Suara.com - Bali memang dikenal dengan keindahan alamnya, namun sisi mistis pulau ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebuah utas viral dari akun Threads nareswari.khai menceritakan pengalaman mengerikan yang menimpa keponakannya, seorang bocah asal Australia berinisial A, yang diduga diikuti oleh entitas gaib setelah berkunjung ke Pantai Melasti.
Peristiwa ini bermula pada Agustus 2025 saat keluarga tersebut berwisata ke kawasan Uluwatu dan Pantai Melasti.
"Mau cerita tentang ponakan gue yang kesurupan dari Agustus 2025 dan baru sehat bulan lalu. Ketempel/ketemu sesuatu di Pantai Melasti dan ikut sampe ke Australia. Tiap inget selalu merinding hhhh," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Awalnya bocah ini sudah diperingatkan oleh kerabatnya dengan kalimat, "jangan bawa apapun dari laut", si bocah bersikeras membawa pulang kerang yang dia temukan di pantai.
Tak lama setelah meninggalkan area pantai, kondisi kesehatan A tiba-tiba menurun drastis.
Dia mengeluh sakit kepala, nyeri perut, hingga harus dilarikan ke RS Siloam Sunset Road untuk mendapatkan infus sebelum terbang kembali ke Australia.
Setibanya di Sydney, kondisi A justru semakin memburuk. Meskipun sempat dirawat selama 10 hari dan didiagnosis menderita penyakit autoimun, penjelasan dokter terasa sangat samar.
Keanehan mulai muncul saat malam hari. A yang biasanya ceria berubah menjadi pemurung dan sering mengamuk seperti sedang tersiksa dari dalam tubuhnya.
Baca Juga: Detik-Detik Abu Janda Ngamuk saat Debat Soal Amerika, Maki Dubes RI Ikrar Nusa Bakti: Jagoan Gue!
Gangguan ini tidak hanya menyerang fisik A, tetapi juga memberikan teror psikologis bagi keluarga. Rumah mereka di Australia tiba-tiba tercium bau busuk seperti comberan.
Bahkan, seorang kerabat berinisial N mengalami luka cakar misterius di pundaknya saat mendoakan A, yang posisinya persis dengan luka cakar yang muncul tiba-tiba pada tubuh bocah tersebut.
Puncak kengerian terjadi ketika makhluk yang merasuki tubuh A mulai berbicara dengan suara yang berbeda dan mengancam nyawa.
Entitas tersebut berkata, "semua percuma, A sudah di neraka, gak ada yang bisa kalian lakuin. Kalau mau A balik, harus tukar dengan nyawa lain. Nyawa dibayar dengan nyawa."
Setelah berbulan-bulan menderita hingga Februari 2026, keluarga akhirnya membawa A ke Mauritius untuk menjalani pengobatan tradisional.
Melalui upacara khusus yang melibatkan pengorbanan hewan sebagai pengganti nyawa, A akhirnya berhasil disembuhkan.