- Chiki Fawzi kembali batal menjadi petugas haji setelah sebelumnya sempat dipanggil ulang oleh Kemenag.
- Pembatalan mendadak ini diduga berasal dari otoritas yang lebih tinggi, bukan karena pelanggaran kriteria oleh Chiki.
- Chiki merasa bingung dan lelah dengan drama ini, namun ia memilih untuk ikhlas menghadapi situasi serta isu fitnah yang beredar.
Suara.com - Drama pemberangkatan Chiki Fawzi sebagai petugas haji 2026 memasuki babak baru yang penuh liku.
Usai dipulangkan secara mendadak, lalu dipanggil kembali, kini dia mengumumkan bahwa statusnya kembali dibatalkan.
Kronologi drama ini berjalan begitu cepat dalam 48 jam terakhir. Semua berawal saat Chiki mengumumkan pencopotan dirinya sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada Selasa, 27 Januari 2026 lewat Instagram.
Kemudian, cerita sempat menemui titik terang keesokan harinya. Pada Rabu, 28 Januari 2026, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-38, sebuah "plot twist" terjadi.
Saat sedang diwawancarai awak media di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Chiki menerima telepon dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) yang memintanya untuk kembali bertugas.
"Barusan banget juga aku diminta balik lagi sih," ujar Chiki saat diwawancarai awak media.
Dia menegaskan kesiapannya untuk segera kembali ke asrama.
"Kalau tujuannya melayani tamu Allah, besok aku akan balik," tegasnya saat itu.
Namun, harapan itu ternyata hanya bertahan sesaat. Pada Kamis, 29 Januari 2026 pagi, Chiki mengunggah ulang berita soal pemanggilannya kembali. Dia meluruskan bahwa panggilan itu telah dibatalkan lagi.
Baca Juga: Curhat Chiki Fawzi Soal Ketidakpastian Petugas Haji: Saya Juga Bingung, Padahal Sudah Packing
Chiki yang diyakini sudah muak, mengaku bingung serta lelah atas situasi yang tak menentu.
"Enggak jadi lagi. Padahal udah packing balik," tulis Chiki dalam unggahan tersebut.
"Yaudah ya. Udah. Saya juga bingung. Udah," tambahnya.
Dalam keterangannya, putri dari Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini mengaku dari awal sudah ikhlas, mengingat keputusan ini tidak sepenuhnya datang dari Kemenhaj.
Dia juga mengisyaratkan adanya intervensi dari pihak luar.
"Dari pas malam-malam diminta pulang dengan sebuah alasan yang 'tidak ada hubungannya dengan kriteria dan pelanggaran', saya udah ikhlas. Karena itu perintah dari yang lebih atas dari Kemenhaj," tulisnya.