- Chiki Fawzi, di Jakarta Pusat pada 13 Februari 2026, menyiapkan fisik dengan puasa sunnah dan membaca Al-Qur'an.
- Chiki merindukan almarhumah ibunya, Marissa Haque, yang meninggal Oktober 2024, sosok paling antusias saat Ramadan.
- Ia berencana fokus ibadah dan mendoakan almarhumah ibu, melanjutkan tradisi itikaf bersama keluarga yang tersisa.
Suara.com - Sambut datangnya bulan suci Ramadan, seniman sekaligus aktivis Chiki Fawzi mulai menyiapkan fisik dan mental. Namun, di balik persiapan ibadahnya, terselip rasa rindu yang mendalam terhadap sang ibunda, almarhumah Marissa Haque.
Ditemui di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 13 Februari 2026, putri bungsu pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini mengaku sedang membangun kebiasaan kecil agar ibadahnya optimal.
Dia mulai membiasakan diri membaca Al-Qur'an minimal satu lembar sehari hingga menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis agar fisiknya tidak kaget.
"Persiapannya yang pasti bagaimana kita keep in ibadah. Semoga pas bulan Ramadan datang kita bisa optimal, segala energi dioptimalkan buat beribadah. Jadi mulai bikin habit-habit kecil," kata Chiki Fawzi.
Meski telah menyiapkan diri, Chiki tidak menampik bahwa suasana Ramadan kali ini masih terasa berat.

Menurut Chiki, almarhumah Marissa Haque yang meninggal dunia secara mendadak pada 2 Oktober 2024 lalu, adalah sosok yang paling antusias menyambut bulan suci di keluarga mereka.
Kehilangan sang ibu meninggalkan celah yang belum sepenuhnya tertutup. Chiki mengakui bahwa rasa sedih itu masih sering menghampirinya saat mengingat kebersamaan mereka di meja makan atau saat beribadah bersama.
"Pastinya kebersamaan sih (yang dirindukan). Aku selalu rindu kehadiran Ibu. Karena Ibu tuh sosok yang paling semangat ketika bulan Ramadan datang. Masih terasa, nyesek banget ya," ungkap perempuan 37 tahun tersebut.
Bagi Chiki, Ramadan kini menjadi momentum krusial untuk menjalin "komunikasi" spiritual dengan sang ibu. Dia mencoba mengubah pola pikirnya agar rasa sedih tersebut bertransformasi menjadi aliran pahala bagi almarhumah.
Baca Juga: Bangkit dari Duka, Ikang Fawzi Mau Rilis Single yang Pernah Direkam Bersama Marissa Haque
"Sebenarnya mindset-nya harus dibikin bahwa bulan Ramadan ini saatnya saya sama kakak saya ngirim banyak-back doa buat Ibu saya. Karena di alam barzakh Ibu saya lagi nunggu banyak doa," tambahnya.
Mengenai tradisi keluarga, Chiki menyebut keluarganya bukanlah tipe yang menyukai kemewahan. Fokus utama mereka adalah memperbanyak ibadah, termasuk tradisi itikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Jika sebelumnya formasi mereka lengkap berempat, kini Chiki dan keluarga harus menyesuaikan diri dengan keadaan.
"Tradisi sebenarnya kebersamaan aja sih. Kita bukan keluarga yang fancy. Biasanya kita, apalagi menjelang 10 malam terakhir, itu itikaf berempat. Kemarin itikaf bertiga, ya sekarang selama bisa kita akan cari masjid-masjid di Bintaro untuk itikaf," jelasnya.
Menutup percakapan, Chiki memastikan akan tetap menjalankan tradisi nyekar ke makam sang ibu menjelang bulan puasa.
Fokus utama untuk Ramadan kali ini adalah tetap pada kualitas ibadah dan mengirimkan doa terbaik untuk sosok ibu yang sangat dicintainya tersebut.