Suara.com - Amanda Manopo mengungkap kesedihan mendalam terkait calon bayinya yang belum lahir namun sudah dirundung.
Kesedihan itu disampaikan Amanda melalui media sosial pribadinya pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan nada emosional namun tetap tegar.
Dia mengaku pilu karena calon buah hatinya menjadi sasaran bullying netizen dengan sebutan tidak pantas, termasuk tudingan sebagai anak haram.
"Bangga banget sekarang sudah di titik ini, sebentar lagi jadi ibu, tapi sedih juga," tulis Amanda di unggahannya.
Bintang serial Pay Later itu menegaskan bahwa anaknya yang belum lahir sama sekali tidak mengetahui apa pun, namun harus menanggung beban psikologis berat.
"Anak yang tidak tahu apa-apa harus menanggung banyak beban, dikatai anak haram," tulis Amanda Manopo dalam pernyataan panjangnya.
Dia juga menyinggung rumor yang menyebut dirinya akan melahirkan bulan ini, meski usia kandungannya baru empat bulan.
Meski demikian, Amanda Manopo berusaha menenangkan diri dengan berkata, "Tidak apa-apa, kita lewati bareng-bareng ya," kepada calon bayinya.
Dalam pesan menyentuh itu, Amanda menyebut anaknya sebagai sosok pengertian yang tidak pernah menyusahkan sejak dalam kandungan.
Baca Juga: 10 Gaun Pernikahan Artis di 2025 yang Cocok Jadi Referensi, dari Ball Gown hingga Minimalis Elegan
"Walaupun banyak yang merundung kehadiranmu, kamu hadir membuka pintu rezeki orang tuamu," ungkap Amanda penuh haru.

Dia merasa kehadiran sang bayi membawa banyak pelajaran hidup, pendewasaan, dan makna baru sebagai seorang perempuan dan calon ibu.
Amanda Manopo juga menyampaikan rasa syukur dan antusiasme, dengan mengatakan sudah tidak sabar menunggu kehadiran anaknya.
"Anak ini akan jadi anak yang lucu dan penuh berkat," tulis Amanda, sambil mengucapkan terima kasih kepada orang-orang terdekatnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan warganet yang memberikan semangat serta doa untuk kesehatan Amanda dan bayinya.
Komentar negatif muncul karena sebagian netizen menilai baby bump Amanda terlihat besar meski usia kehamilan baru memasuki bulan keempat.