Suara.com - Rey Mbayang tak tinggal diam saat film yang dibintangi bersama istrinya, Dinda Hauw menuai komentar negatif netizen.
Film berjudul Bidadari Surga ini disebut sepi penonton setelah tayang di bioskop pada 15 Januari 2026.
Rey tampak membalas sebuah postingan yang menyebut filmnya sepi penonton.
"Dibintangi couple goals Rey Mbayang dan Dinda Hauw, Bidadari Surga sepi penonton," judul postingan itu.
Diberitakan miring seperti itu, Rey membalasnya dengan pernyataan menohok.
Menurutnya jika memang film itu sepi penonton maka memang rezeki mereka sudah diatur seperti itu.

"Alhamdulillah rezeki sudah tertakar, makasih untuk yang sudah menonton," balasnya.
Kemudian dia mengaku bingung karena banyak komentar bernada negatif yang ditujukan pada dirinya dan sang istri.
"Maaf semuanya, saya lihat komennya banyak yang benci kita, kita nggak tahu salah kita ke kalian apa dan di mana, kalau ada yang kurang berkenan dengan bahagianya kita maaf ya maaf sekali lagi," katanya.
"Semoga Allah mengampuni dan meluruskan hati kita," tambahnya.
Film Bidadari Surga ini sebenarnya film yang sudah dibuat sejak 5 tahun lalu saat Rey dan Dinda baru satu tahun menikah.
Dinda dan Rey menikah pada 10 Juli 2020 tanpa pacaran dan hanya menjalani proses taaruf.
Meski perkenalan singkat, mereka membuktikan bisa menjalin hubungan yang harmonis.
Walaupun di awal pernikahan mereka banyak yang meragukan hubungan itu akan awet.
Namun Rey dan Dinda membuktikan usia pernikahannya sudah mau 6 tahun.
Sudah dikaruniai dua orang anak pun tetap membuat mereka seperti pasangan pengantin baru terus.
Sinopsis Bidadari Surga
Film Bidadari Surga yang dirilis pada 15 Januari 2026 ini menyajikan drama romantis dengan bumbu refleksi kehidupan modern.
Cerita berpusat pada kehidupan Taufan (Rey Mbayang), seorang pemuda yang mencapai puncak popularitas sebagai YouTuber papan atas.
Taufan dikenal karena konten-kontennya yang berani, kontroversial, dan sering kali hanya mengejar angka views tanpa mempedulikan dampak sosialnya.
Baginya, dunia adalah panggung untuk kemewahan dan pengakuan digital.
Kehidupan Taufan yang serba glamor mulai terusik saat ia bertemu dengan Nadia (Dinda Hauw). Berbeda drastis dengan Taufan, Nadia adalah sosok wanita yang sederhana, tenang, dan memiliki prinsip hidup yang kuat berdasarkan nilai-nilai spiritual.
Taufan jatuh hati pada Nadia, namun ia harus menghadapi kenyataan bahwa gaya hidupnya yang penuh kepalsuan di media sosial tidak sejalan dengan dunia Nadia.
Melalui Nadia, Taufan mulai mempertanyakan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.
Apakah cukup dengan popularitas, atau ada ketenangan yang selama ini ia lewatkan?
Hubungan mereka tidak berjalan mulus. Taufan harus membuktikan bahwa perasaannya bukan sekadar konten, sementara Nadia harus meyakinkan dirinya bahwa Taufan bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah