Suara.com - Kabar mengejutkan kembali datang dari Inara Rusli yang menyambangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Pasar Rebo, Jakarta Timur baru-baru ini.
Langkah tegas ini diambil Inara untuk melaporkan mantan suaminya, Virgoun, terkait masalah hak asuh ketiga anak mereka yang diduga telah diambil secara paksa.
Konflik ini semakin memanas mengingat status hak asuh anak secara hukum sebenarnya berada di tangan Inara selepas perceraian.
Dalam pertemuan tersebut, Inara yang didampingi tim hukumnya terlihat memberikan pernyataan singkat kepada media.
Ketika dikonfirmasi mengenai apakah dia mengetahui atau memberikan izin saat anak-anaknya dibawa oleh Virgoun, Inara dengan tegas membantah.
"Enggak," jawabnya singkat.
Dia menambahkan bahwa tidak ada pembicaraan sebelumnya mengenai perpindahan anak-anak tersebut.
"Enggak, enggak ada belum ada izin," tegas Inara menjelaskan situasi yang dialaminya.
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, memberikan dukungan penuh terhadap laporan Inara Rusli.
Menurut Agustinus, tindakan mengambil anak secara paksa dari pemegang hak asuh yang sah merupakan bentuk pelanggaran serius.
"Hak asuh anak itu berada di tangan si ibu," ujar Agustinus merujuk pada surat keputusan pengadilan dilansir dari channel YouTube Reyben Entertainment, 30 Januari 2026.
Dia juga menyoroti dampak mental yang mungkin dialami oleh anak-anak Inara karena kejadian ini dianggap sebagai bentuk kekerasan psikis.
Fakta memilukan terungkap bahwa anak-anak tersebut ternyata sudah dibawa sejak November 2025, dan sejak saat itu akses komunikasi Inara ditutup rapat.
Inara mengaku baru bisa bertemu kembali dengan buah hatinya setelah sekian lama dengan cara mendatangi sekolah mereka secara langsung.
Menanggapi hal ini, Agustinus menyatakan kalau itu merupakan kekerasan.
"Itu bagian dari kekerasan sebetulnya karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak," jelasnya.
Meski situasi sangat emosional, Inara Rusli memilih untuk tidak banyak bicara mengenai detail teknis pelaporannya.
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Komnas PA untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
"Untuk penjelasan lebih lengkapnya mungkin nanti bisa disampaikan sama Pak Agus," tuturnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Inara hanya meminta dukungan moral agar kondisi anak-anaknya tetap baik di tengah konflik ini.
"Mohon doanya aja mudah-mudahan anak-anak dalam keadaan sehat terus" ungkapnya dengan penuh harap.
Pihak Komnas PA kini berencana untuk segera memanggil Virgoun guna melakukan klarifikasi dan mediasi.
Mereka menekankan bahwa kepentingan terbaik anak harus diutamakan di atas ego orang tua.
Rencananya, bantuan psikolog juga akan dikerahkan untuk memeriksa kondisi psikis anak-anak Inara yang kini menjadi konsumsi publik.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah