"Kenapa mereka buka celah?" tulisnya.
Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah para elite global sengaja membuka aib sendiri ke publik.
"Atau memang bukan soal reputasi sama sekali?" katanya.
Bagi Alek, sekarang yang harus dilakukan publik bukan fokus ke individu melainkan pola dan sistem yang bikin itu semua bisa terjadi berulang lagi.
"Terbitkan skandal, emosi publik tersedot, isu yang terjadi dibahas, hilang dari radar. Bukan karena selesai tapi karena tak lagi dibahas," jelasnya membongkar pola klasik pengalihan isu.
Dia kemudian menyebut ada satu isu geopoliti besar yakni manuver dan wawancara Donald Trump soal Greenland.
Gara-gara Epstein Files, isu itu meredup seketika karena publik sudah tersulut emosinya karena hal tersebut,
Saat publik emosi, kebijakan pemerintah tetap berjalan dan jauh dari sorotan.
"Dalam politik global, keputusan berdampak biasanya bergerak saat kita lengah. Ini berlaku untuk isu politik di Indonesia juga," tambahnya.
Baca Juga: Link Download Epstein Files PDF yang Diduga Berjumlah 3 Juta Halaman
Hingga pada sebuah kesimpulan dari pembahasannya itu yakni ada isu besar yang disembunyikan.
"Isu besar sering dipakai untuk menutupi isu yang lebih besar. Mereka paham psikologi kita," katanya.
Dia berharap publik tetap waspada dan tidak berlarut-larut dalam kemarahan.
"Otak manusia sulit marah dan waspada sekaligus. Kalau otak dipenuhi emosi, kewaspadaan turun. Stay awake people," pungkasnya.
Bagaimana menurut kalian?
Kontributor : Tinwarotul Fatonah