Suara.com - Dunia hiburan Tanah Air masih membicarakan kepergian Lula Lahfah, kekasih Reza Arap, yang mengembuskan napas terakhir pada 23 Januari 2026.
Di tengah suasana berkabung yang belum genap dua pekan, sebuah pengumuman dari Reza Arap memicu gelombang perdebatan panas di jagat maya.
Reza Arap rupanya memastikan bahwa proyek "Marapthon Season 3: The Last Tale" akan tetap ditayangkan sesuai jadwal mulai 8 Februari 2026.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Reza secara emosional masih sangat terpukul atas kepergian sang kekasih.
Reza mengungkapkan bahwa alasan utamanya tetap melanjutkan proyek tersebut adalah demi memenuhi keinginan terakhir Lula Lahfah.

Menurutnya, almarhumah semasa hidup ingin melihat Reza membeli sebuah rumah dari hasil kerja kerasnya, termasuk melalui proyek Marapthon ini.
Bukan hanya dukungan dari penggemar yang telah lama menantikan Marapthon season 3, keputusan Reza Arap mengundang kritik tajam dari sebagian warganet.
Beberapa di antaranya menuding pria bernama asli Reza Oktovian itu memanfaatkan kematian kekasihnya sebagai barang dagangan atau komoditas.
"Ada influencer yang make pacarnya yang mati buat komoditi. Yet you all tersentuh, bukannya merasa something fishy?" komentar akun X @itsurboi***.
Baca Juga: Polisi Akan Bongkar Penyebab Kematian Lula Lahfah dengan Menggandeng Kemenkes dan Forensik
"Asli jijik gak sih liat orang itu, masih aja ada orang yang belain. Cancel culture di kita tuh pilih-pilih," sahut akun @zeron*** sependapat.

Menanggapi tudingan miring tersebut, Reza Arap akhirnya buka suara melalui akun X, @yourbae miliknya.
Selain membantah, Reza mengaku akan mengunggah banyak memori pribadi dengan Lula Lahfah atau meladeni wawancara media jika memang mengejar angka.
"'Komoditi' hehe... banyak sekali memori foto-foto, video-video, yang bisa saya upload dan kesempatan sangat-sangat besar bagi saya untuk mendapatkan 'angka'/'engagement'," jawab Reza Arap.
"Belum lagi meladeni wartawan dari hari H sampai hari ini dan saya tidak lakukan. Cobain jadi saya, mas. 1 hari saja," tegasnya.
Lebih lanjut, Reza Arap menjelaskan bahwa kelanjutan proyek Marapthon ini menyangkut nasib banyak orang yang bekerja di bawah naungannya.