Suara.com - Konflik hak asuh antara Inara Rusli dan Virgoun kembali memanas dan memasuki babak baru yang melibatkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).
Inara melaporkan bahwa ketiga anaknya telah diambil secara paksa oleh Virgoun sejak pertengahan November 2025.
Dia menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan tanpa izin dan persetujuannya, tidak sejalan dengan putusan Mahkamah Agung terkait hak asuh anak mereka.
Inara mengadu kepada Komnas PA bahwa Virgoun diduga menutup aksesnya untuk bertemu atau berkomunikasi dengan anak-anaknya.
Ibu tiga anak itu mengaku kesulitan menemui buah hatinya di rumah Virgoun dan hanya bisa melihat mereka secara singkat saat berkunjung ke sekolah.
![Inara Rusli dituding berbohong usai Virgoun unggah potret ini. [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/05/79524-virgoun-dan-inara-rusli.jpg)
Menurut Inara, hal ini sudah berlangsung selama beberapa bulan sehingga dia melaporkan Virgoun ke Komnas PA.
Menariknya, pengakuan Inara seolah dipatahkan oleh Virgoun melalui salah satu unggahan terbarunya.
Penyanyi kelahiran 1986 tersebut membagikan potret sang mantan istri bersama anak-anak mereka.
Warganet memperhatikan bahwa busana yang dikenakan Inara sama persis dengan pakaiannya saat mendatangi Komnas PA untuk melaporkan Virgoun.
"Lah, habis quality time sama anak-anak, mantan lo pergi ke Komnas Perlindungan Anak, bang? Outfitnya sama," komentar warganet.
"Katanya dari bulan November enggak bisa ketemu anak-anaknya. Bagaimana Inarah nih? Kalau ngomong itu bisa nggak sih nggak usah bohong," kata warganet lain.
"Katanya kakak Virgoun, tiga hari sebelum buat laporan, dia ketemu anak-anak. Ya mungkin ini buktinya yang dia bilang udah beberapa bulan nggak ketemu, komunikasi ditutup," ujar lainnya.
Inara Rusli pun dituding berbohong tentang Virgoun yang membatasi akses bertemu anak-anak mereka sejak November 2025.
Dalam laporannya, Inara Rusli menyatakan kekhawatiran terhadap lingkungan di rumah Virgoun.
Anak-anak dikabarkan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh selama sebulan, diduga akibat paparan asap rokok dari orang-orang di lingkungan rumah tersebut.
Inara juga mengkhawatirkan pola asuh yang dianggap kurang memperhatikan kesehatan fisik anak.
Pelaporan ini juga menjadi benteng Inara karena pihak Virgoun berencana mengajukan gugatan peralihan hak asuh anak pada minggu depan.
Virgoun menggunakan isu "ketidakcakapan moral" terkait dugaan nikah siri Inara dengan Insanul Fahmi sebagai alasan untuk merebut kembali hak asuh tersebut.
Kontributor : Chusnul Chotimah