- Pihak Insanul Fahmi meminta Polda Metro Jaya menunda penyidikan kasus dugaan perzinaan karena adanya proses hukum lain terkait keabsahan barang bukti.
- Kuasa hukum mengklaim memiliki bukti bahwa laporan tersebut diduga sengaja dirancang untuk keuntungan finansial atau dikomersialkan.
- Insanul Fahmi menduga keterlibatan pihak manajemen dalam mengatur pertemuan yang memicu kasus ini demi kepentingan publikasi media.
Suara.com - Laporan Wardatina Mawa atas dugaan perzinaan, naik ke tahap penyidikan. Status ini tentu menjadi kabar yang kurang menyenangkan buat Insanul Fahmi, terlapor sekaligus sang suami.
Pihak Insanul Fahmi melalui kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto meminta penyidik menunda proses hukum yang tengah menjerat kliennya tersebut.
"Polda Metro Jaya yang sekarang ini menangani kasus pasal 284 KUHP laporannya M agar di-hold dulu ya," kata Tommy Tri Yunanto dalam video di kanal YouTube Intens Investigasi pada Selasa, 18 Februari 2026
Penundaan ini karena adanya perkara lain yang tengah bergulir di Bareskrim Polri terkait keabsahan barang bukti laporan tersebut.
Tommy menduga ada motif tersembunyi yang bersifat transaksional di balik laporan perzinaan Inara Rusli.
"Di sini ada dugaan transaksional, ya harus dibuka sama-sama. Ini kan negara hukum kok," tegasnya.
Kecurigaan ini semakin kuat karena pihak Insanul Fahmi mengaku telah mengantongi sejumlah bukti autentik yang mengarah pada dugaan tersebut.
"Karena di sini ada satu dugaan kuat transaksional. Kenapa kuat? Karena ada bukti-buktinya semua," tutur Tommy menyambung penjelasannya.
Insanul Fahmi mengklaim bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan beberapa saksi kunci mengenai rencana terselubung di balik kasus hukum ini.
Baca Juga: Istri Mantan Sopir Inara Rusli Jadi Kunci Terkuaknya Status Insanul Fahmi yang Masih Beristri
Ia menduga ada keterlibatan manajemen artis Inara Rusli dalam mengatur pertemuan yang menjadi pemicu keretakan rumah tangganya hingga berujung ke polisi.
"Ada yang mengetahui ternyata dari pertama kali bertemu dari Juli dari pihak manajemennya Ina itu sudah mengatur bagaimana caranya bisa berkomunikasi dengan istri saya," ungkap Insanul Fahmi.
Lebih mengejutkan lagi, pria ini menyebut bahwa kasus rumah tangganya sengaja dirancang sedemikian rupa demi meraup keuntungan finansial dari publikasi media.
"Kita juga memegang beberapa bukti-bukti dugaan bahwasanya memang sudah di-planning untuk bagaimana case ini bisa dikomersialkan sehingga bisa menghasilkan uang," katanya.