Salah satu perbedaan paling menonjol adalah para pemerannya.
Pada film 99 Nama Cinta (2019), karakter Talia diperankan Acha Septriasa, sedangkan sosok Kiblat dimainkan oleh Deva Mahenra.
Sementara dalam versi sinetronnya, Talia dan Kiblat masing-masing diperankan Yuriska Patricia dan Dimas Anggara.
Profesi mereka di film dan sinetron masih tetap sama: Talia bekerja di infotainment, Kiblat seorang ustaz.
Dalam versi film, Talia adalah seorang presenter acara gosip yang harus belajar agama dari Kiblat karena amanat almarhum ayahnya sebagai bentuk utang budi.
Sedangkan dalam versi sinetron, pertemuan mereka lebih bernuansa 'benci jadi cinta' yang diawali sebuah insiden kecelakaan di jalan 'khas' sinetron.
99 Nama Cinta versi sinetron juga memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi karakter pendukung lainnya karena durasi yang lebih panjang.
Seperti karakter yang diperankan oleh Isel Fricella dan Carlo Milk yang tidak ada di versi film sehingga menambah warna dalam konflik asmara dan keluarga.
Baik versi film maupun sinetron rupanya sama-sama diproduksi MNC Pictures, kualitas visual dan penggarapannya akan tetap terjaga.
Versi film aslinya ditulis Garin Nugroho, sementara versi sinetron ini dikembangkan oleh Aviv Elham untuk menyesuaikan dengan format televisi.
Selain tayang di layar kaca RCTI, sinetron 99 Nama Cinta juga bisa dinikmati melalui layanan streaming WeTV dan Vision+ sehingga dapat ditonton ulang kapan pun dan di mana pun.
Itu dia sinopsis sinetron 99 Nama Cinta dan penjelasan soal kemiripannya dengan film yang rilis pada 2019.
Jangan lewatkan nonton sinetron 99 Nama Cinta di RCTI setiap Senin sampai Jumat pukul 18.30 WIB ya!
Kontributor : Neressa Prahastiwi