- Spider-Man: Homecoming menyajikan Peter Parker kembali sebagai remaja SMA di bawah pengawasan Tony Stark setelah Civil War.
- Film ini menampilkan konflik utama Peter menyeimbangkan sekolah dengan menghentikan Adrian Toomes, penjual senjata teknologi alien.
- Kekuatan film terletak pada akting Tom Holland yang otentik dan motivasi antagonis Michael Keaton yang personal dan manusiawi.
Suara.com - Setelah bertahun-tahun terjebak dalam siklus reboot yang menceritakan asal-usul yang itu-itu saja, Marvel Studios dan Sony Pictures akhirnya berhasil memberikan napas baru bagi sang manusia laba-laba melalui Spider-Man: Homecoming.
Film ini bukan sekadar film pahlawan super; ini adalah sebuah komedi remaja yang cerdas, hangat, dan sangat membumi, yang menempatkan Peter Parker kembali ke tempat asalnya: sekolah menengah atas.
Spider-Man: Homecomin akan tayang pada Sabtu (21/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Mengambil latar tepat setelah kejadian di Captain America: Civil War, kita bertemu dengan Peter Parker (Tom Holland) yang sangat antusias, mungkin terlalu antusias, untuk menjadi anggota penuh Avengers.
Di bawah pengawasan mentornya yang eksentrik, Tony Stark (Robert Downey Jr), Peter diminta untuk tetap menjadi "Friendly Neighborhood Spider-Man" yang fokus pada kejahatan kecil di Queens.
![Spider-Man: Homecoming akan tayang pada Sabtu (21/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV, [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/21/33123-spider-man-homecoming.jpg)
Namun, jiwa muda Peter yang haus akan pembuktian diri membawanya pada jejak Adrian Toomes (Michael Keaton), seorang kontraktor kerah biru yang beralih menjadi penjual senjata teknologi alien ilegal setelah bisnisnya dihancurkan oleh birokrasi Stark Industries.
Di sinilah letak konflik utamanya: Peter harus menyeimbangkan kehidupan sekolahnya, termasuk kompetisi dekathlon akademik bersama temannya Ned dan interaksi canggung dengan Michelle "MJ" (Zendaya), sambil mencoba menghentikan ancaman Vulture tanpa bantuan Stark.
Kekuatan utama film ini terletak pada performa Tom Holland. Berbeda dengan pendahulunya, Holland benar-benar memancarkan energi seorang remaja berusia 15 tahun yang canggung namun berhati emas.
Holland memiliki karisma yang membuat Peter Parker terasa sangat nyata, seorang anak yang lebih khawatir tentang kencannya di malam prom daripada menyelamatkan dunia, namun ia tetap melakukan keduanya dengan segala konsekuensinya.
Baca Juga: Sinopsis Hoppers: Eksperimen Gila Pindahkan Tubuh Manusia ke Robot Berang-berang
Di sisi lain, Michael Keaton memberikan salah satu performa antagonis terbaik di Marvel Cinematic Universe (MCU).
Adrian Toomes bukanlah penjahat yang ingin menguasai dunia; dia adalah seorang ayah yang merasa dikhianati oleh sistem.
![Spider-Man: Homecoming akan tayang pada Sabtu (21/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV, [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/21/90560-spider-man-homecoming.jpg)
Motivasi yang sangat manusiawi ini membuat ancamannya terasa lebih personal dan menakutkan, terutama dalam adegan konfrontasi di dalam mobil yang menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah film Marvel.
Keputusan sutradara Jon Watts untuk melewatkan adegan kematian Paman Ben adalah langkah jenius. Penonton sudah tahu cerita itu.
Sebagai gantinya, film ini fokus pada dinamika Peter dengan Bibi May yang lebih muda dan energik (Marisa Tomei), serta hubungan "ayah-anak" yang rumit dengan Tony Stark.
Kehadiran Zendaya sebagai Michelle juga memberikan warna baru yang misterius dan sarkastik, menjauh dari kiasan "gadis dalam bahaya" yang biasa kita lihat pada karakter Mary Jane atau Gwen Stacy di film-film sebelumnya.
Spider-Man: Homecoming tidak mencoba menjadi epik luar angkasa, melainkan sebuah cerita tentang pertumbuhan seorang anak laki-laki yang belajar bahwa pahlawan sejati tidak ditentukan oleh kostum canggih pemberian miliarder, melainkan oleh pilihan yang ia buat saat kostum itu dilepaskan.