- Lisnawati merasakan sakit dada yang luar biasa tepat tiga hari sebelum Nizam meninggal dunia.
- Selama empat tahun, Lisnawati dilarang bertemu dan berkomunikasi dengan anaknya akibat akses yang ditutup pihak ayah.
- Harapan untuk bersatu kembali berakhir memilukan karena Lisnawati baru bisa menemui anaknya saat sudah menjadi jenazah.
Suara.com - Duka mendalam kini tengah menyelimuti Lisnawati, ibu kandung dari almarhum Nizam Syafei.
Bocah malang berusia 12 tahun itu meninggal dunia akibat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya, TR.
Di balik tragedi ini, Lisnawati mengungkapkan sebuah firasat memilukan yang ia rasakan sesaat sebelum sang putra tiada.
"Tiga hari sebelum meninggal, udah ada rasa sakit di dada," ungkap Lisnawati saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.
Kepergian Nizam terasa kian menyayat hati karena Lisnawati telah terpisah sangat lama dari putranya. Diketahui, ia sudah empat tahun tidak diperbolehkan bertemu dengan darah dagingnya sendiri.
Dengan suara bergetar, ia mengenang kembali kerinduan yang selama ini hanya bisa ia pendam dalam diam.
"Siapa yang tidak kangen sama anak. Namanya Ibu, ya pasti kangen sama anak," ucapnya dengan tatapan kosong.
Hambatan komunikasi menjadi alasan utama mengapa pertemuan ibu dan anak ini tak kunjung terjadi. Lisnawati mengaku aksesnya untuk berbicara dengan Nizam selalu dibatasi dan dipersulit oleh pihak keluarga ayah Nizam.
Selama masa perpisahan yang panjang, Lisnawati tidak tinggal diam. Ia berusaha mencari tahu kabar perkembangan Nizam melalui tetangga mantan suaminya. Namun, ia selalu mendapatkan informasi yang menenangkan namun ternyata semu.
Baca Juga: Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam: Dulu Disiksa Suami, Kini Anak Diduga Tewas di Tangan Ibu Tiri
"Ya si Nizam mah sehat, si Nizam mah sehat sama ayahnya, gitu aja," kenang Lisnawati.
Kini, penyesalan dan kesedihan yang tak bertepi menghujam hatinya. Harapan untuk kembali mendekap sang anak sirna seketika saat ia harus melihat Nizam sudah terbujur kaku di dalam keranda.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa pertemuan yang selama ini dinantikannya justru terjadi di rumah duka.
"Saya benar-benar terpuruk," katanya singkat.