- Reina dipecat secara tidak adil hanya karena menolak ajakan check-in (mesum) dari atasannya.
- Korban berani mengungkap kebenaran dengan melampirkan bukti tangkapan layar percakapan vulgar sang bos di media sosial.
- Meski mengalami kejadian traumatis, Reina tetap teguh mempertahankan harga diri dan kini tengah berjuang mencari pekerjaan baru di bidang Bisnis Digital.
Suara.com - Jagat media sosial, khususnya platform Threads, tengah ramai membicarakan nasib malang yang menimpa seorang wanita bernama Reina. Ia mengaku kehilangan mata pencahariannya hanya karena berani berkata "tidak" pada ajakan mesum sang atasan.
Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads reinapurya yang membagikan pengalaman pahitnya bekerja di sebuah perusahaan.
Reina mengungkapkan rasa sesaknya karena harus kehilangan pekerjaan di saat ia sangat membutuhkan penghasilan. Di sisi lain, ia teguh mempertahankan prinsip dan harga dirinya.
Dalam unggahannya yang viral, Reina menceritakan betapa hancur perasaannya saat menyadari bahwa dedikasi kerjanya tak berarti apa-apa di mata sang bos yang memiliki niat terselubung.
"Ya Allah dipecat gara-gara nggak mau diajak check in sama bos. Padahal bosnya udah tua dan punya istri anak. Please info loker, aku lulusan S1 bisnis digital, lokasi BSD," tulis Reina dikutip, Jumat, 8 Mei 2026.
Reina merasa sangat terpukul karena alasan pemecatannya sama sekali tak berkaitan dengan performa kerja, melainkan karena keengganannya melayani nafsu bejat sang atasan.
Tak ingin dianggap menyebar hoaks atau sekadar mencari sensasi, Reina juga melampirkan bukti tangkapan layar percakapan singkat namun vulgar dari bosnya.
Dalam potongan gambar tersebut, terlihat sang bos tanpa basa-basi melontarkan ajakan yang sangat tidak profesional melalui aplikasi pesan singkat.
"Reina, Chekin sama saya mau gak?" bunyi pesan singkat dari oknum bos tersebut.
Pesan singkat itu menjadi bukti kuat adanya pelecehan verbal sekaligus intimidasi. Penolakan Reina terhadap ajakan tersebut rupanya berbuntut panjang hingga menyebabkan dirinya kehilangan status sebagai karyawan.
Hal ini memicu kemarahan netizen yang menilai tindakan oknum bos tersebut sudah masuk ke ranah pidana sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Meski baru saja mengalami kejadian traumatis, Reina tidak memiliki banyak waktu untuk meratap.
Kebutuhan ekonomi mendesaknya untuk segera bangkit dan mencari pekerjaan baru. Ia pun memanfaatkan momentum viral tersebut untuk mempromosikan keahlian yang dimilikinya.
Sebagai lulusan S1 Bisnis Digital, Reina menegaskan bahwa dirinya memiliki kompetensi yang mumpuni di berbagai bidang kreatif dan administratif.

"Pengalaman aku banyak kok, jadi admin, konten kreator, PA, dll. Please banget butuh kerjaan," tulisnya lagi dalam nada penuh harap.