- Artis Indy Barends mengklarifikasi isu hubungan dengan putra, Manuel, yang viral karena unggahan gangguan mental di media sosial.
- Indy menyatakan masalahnya berakar pada kesalahpahaman komunikasi dan perbedaan sensitivitas nada suara antar generasi.
- Indy telah meminta maaf pada Manuel dan kini menyesuaikan pola komunikasi menjadi lebih singkat, jelas, dan penuh pengertian.
Suara.com - Artis senior Indy Barends akhirnya angkat bicara mengenai polemik yang sempat ramai diperbincangkan publik terkait hubungannya dengan sang putra, Manuel Tobias Sarmanella.
Isu tersebut mencuat setelah Manuel mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebut kondisi mentalnya terganggu karena merasa tidak didengar oleh ibunya sendiri.
Unggahan itu pun dengan cepat menarik perhatian warganet dan memicu beragam spekulasi.
Dalam postingannya, Manuel mengungkapkan bahwa ia kerap merasa pendapatnya tidak mendapatkan ruang. Ia bahkan mengaku menjadi takut untuk berbicara karena khawatir respons yang diterima tidak sesuai harapan.
Curahan hati tersebut membuat banyak orang bersimpati sekaligus bertanya-tanya tentang kondisi hubungan ibu dan anak itu.
Menanggapi hal tersebut, Indy Barends memberikan klarifikasi saat hadir di program Rumpi yang dipandu Feni Rose.
Ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi lebih kepada kesalahpahaman dalam komunikasi antara orangtua dan anak di era sekarang.
Menurut Indy, perbedaan cara berkomunikasi menjadi salah satu akar persoalan. Ia mencontohkan hal sederhana seperti intonasi suara.
“Anak sekarang ditanya, ‘kamu udah makan belum,’ nggak dijawab. Pas naik tone sedikit, ‘kamu udah makan belum,’ buat mereka itu sudah dianggap marah,” jelas Indy.
Ia menyadari bahwa generasi sekarang, khususnya Gen Z, memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap nada bicara.
Dari kejadian ini, Indy mengaku banyak belajar. Ia menyadari bahwa anak-anak seusia Manuel tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang lebar. Justru, komunikasi yang singkat, jelas, dan langsung pada inti persoalan lebih efektif.
“Ternyata anak seperti Manuel, kalau ngomong intinya saja, lalu jelaskan alasannya, itu lebih diterima,” tuturnya.
Indy pun mengakui bahwa pola pengasuhan untuk anak di usia remaja, terutama generasi sekarang, memang memerlukan pendekatan berbeda. Ia harus lebih peka dan tidak lagi menggunakan cara komunikasi yang mungkin dulu dianggap wajar.
Salah satu hal yang juga disampaikan Manuel adalah ketidaksukaannya dibanding-bandingkan dengan orang lain. Indy menegaskan bahwa ia menghargai perasaan tersebut dan berusaha memperbaiki diri.
Bahkan, perubahan sikap Indy sampai disadari oleh anak pertamanya, Rafa. Saat ia berusaha konsisten berbicara dengan nada lebih rendah, Rafa sempat heran dan bertanya mengapa sang ibu terdengar berbeda dari biasanya.