- Sekelompok anak kecil terekam viral sedang berziarah ke makam anak kucing dengan membaca buku Iqra dan surat pendek.
- Aksi polos anak-anak tersebut terekam oleh akun TikTok Alfy Hasan di kebun belakang rumah mereka.
- Anak-anak tersebut melakukan ziarah sebagai wujud sayang terhadap hewan peliharaan yang telah mati, berharap kucing masuk surga.
Suara.com - Aksi polos sekelompok anak kecil yang melakukan ziarah untuk seekor anak kucing viral di media sosial.
Para bocah yang tampak baru pulang mengaji ini terekam memberikan penghormatan terakhir dengan cara yang unik, yakni membacakan buku Iqra hingga surat pendek di depan gundukan tanah.
Momen tersebut diunggah oleh akun TikTok Alfy Hasan. Dalam rekaman pertama, terlihat para bocah cilik ini berkumpul melingkari sebuah makam kecil yang sudah ditaburi bunga warna-warni di area kebun belakang rumah.
Bukannya bermain, mereka justru duduk bersila sambil membuka buku Iqra masing-masing.
"Lagi pada ngapain?" tanya perempuan perekam video tersebut.
"Lagi ngajiin kucing," jawab salah satu bocah laki-laki dengan polosnya.
Tanpa komando panjang, mereka kemudian kompak melantunkan huruf-huruf hijaiyah dasar dengan suara nyaring.
"A-ba-a-ba, ba-a-ba-a," ucap mereka serempak mengikuti isi halaman buku Iqra satu yang sedang dipelajari.
Aksi ini berlanjut hingga hari kedua. Dalam video terpisah, kelompok anak yang sama kembali mendatangi makam tersebut untuk melakukan ziarah.
Kali ini, mereka tidak lagi membaca huruf dasar, melainkan membacakan surat Al-Ikhlas secara bersama-sama layaknya tahlilan.
Perekam video sempat menanyakan alasan mereka melakukan hal tersebut. Para bocah ini mengaku melakukan aksi tersebut karena rasa sayang mereka terhadap hewan peliharaan yang telah mati.
"Kalian sayang kucing enggak?" tanya Alfy.
"Sayang," sahut anak-anak tersebut serentak.
Saat ditanya mengenai harapan mereka membacakan doa dan mengaji di depan makam, salah satu bocah memberikan jawaban yang cukup bikin terharu.
"Supaya masuk surga," tuturnya sambil menatap makam kecil tersebut.
Aksi ini menunjukkan tingginya empati anak-anak terhadap makhluk hidup di sekitar mereka.
Fenomena "ngajiin kucing" ini pun mendapat respons positif dari warganet yang merasa terhibur sekaligus gemas dengan cara anak-anak tersebut mempraktikkan pelajaran mengaji mereka dalam kehidupan sehari-hari, meskipun objeknya adalah seekor kucing.
Hingga berita ini dimuat, video ziarah kucing tersebut telah ditonton jutaan kali dan dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial.