- Park Bom mengklaim dirinya dijadikan kambing hitam untuk menutupi kasus narkoba yang diduga melibatkan Sandara Park.
- Ia menuduh YG Entertainment dan rekan grupnya (CL) memberikan laporan palsu terkait jumlah konsumsi obat medisnya.
- Agensi menyebut kondisi emosional Park Bom sedang tidak stabil, memicu kekhawatiran publik atas kesehatan mental sang idola.
Suara.com - Penyanyi asal Korea Selatan, Park Bom kembali memicu kehebohan. Dilansir dari unggahan akun Instagram @panncafe, vokalis utama 2NE1 ini mengunggah foto surat tulisan tangan pada Selasa, 3 Maret 2026, yang berisi klaim mengejutkan mengenai skandal masa lalunya.
Dalam unggahan yang kini telah dihapus tersebut, penyanyi 41 tahun tersebut secara terang-terangan menuduh rekannya, Sandara Park, sebagai pemicu masalah yang sebenarnya.
Park Bom membantah keras narasi bahwa dirinya adalah pecandu narkoba. Dia menegaskan bahwa dirinya hanyalah pengidap Attention Deficit Disorder (ADD) yang membutuhkan obat Adderall untuk alasan medis, namun diposisikan sebagai tameng untuk menutupi kesalahan orang lain.
"Park Sandara dulu ditangkap karena narkoba, jadi untuk menutupinya (kasusnya), mereka membuat aku menjadi seorang pecandu narkoba," tulis Park Bom dalam surat tersebut.
Sang idola juga menyoroti aspek hukum saat skandal lamanya terjadi. Menurut Park Bom, kala itu belum ada regulasi spesifik yang melarang masuknya Adderall ke Korea Selatan.
"Saat itu, negara ini bahkan belum memiliki obat Adderall, dan tidak ada UU yang melarangnya. Anehnya, undang-undang baru diberlakukan setelah kasus aku mencuat," tambahnya seraya meminta warganet menyelidiki fakta tersebut.
Tak berhenti di situ, pelantun "You and I" ini juga menyerang mantan agensi dan rekan grupnya yang lain. Dia menuding YG Entertainment, Yang Hyun-suk, Teddy Park, hingga Lee Chaerin (CL) telah memberikan laporan palsu kepada negara mengenai jumlah konsumsi obatnya.
"Aku berharap (mereka) berhenti melaporkan ke negara bahwa aku telah menggunakan narkoba melebihi jumlah yang dianjurkan, atau lebih tepatnya obat yang bahkan belum pernah aku konsumsi sekali pun dalam hampir 30 tahun hidup. Aku menulis ini karena merasa jiwaku menangis," ungkapnya.
Sebagai pengingat, Park Bom pernah diselidiki pada 2010 terkait paket berisi amfetamin dari Amerika Serikat.
Kasus tersebut ditangguhkan karena terbukti untuk pengobatan, namun saat bocor ke publik pada 2014, kariernya sempat hancur karena stigma penyalahgunaan narkoba.
Merespons unggahan ini, pihak agensi menyatakan bahwa Park Bom saat ini berada dalam kondisi emosional yang sangat tidak stabil dan meminta media untuk menahan pemberitaan yang belum terverifikasi.
Kekhawatiran akan kesehatan mental sang idola makin memuncak mengingat pada Oktober 2025 lalu, dia juga sempat membuat unggahan sensasional menuntut ganti rugi sebesar 1 kuadriliun won kepada Yang Hyun-suk.