- Daniel Mananta membagikan percakapan terakhir dengan Vidi Aldiano tentang perjuangannya melawan kanker ginjal.
- Vidi Aldiano mengungkapkan kejenuhan setelah sepuluh hari rawat inap karena infeksi paru-paru.
- Penyanyi Vidi Aldiano juga mengeluhkan hilangnya suara dan kerinduan akan interaksi sosial saat sakit.
Suara.com - Kabar duka meninggalnya musisi Vidi Aldiano membawa kesedihan mendalam bagi dunia hiburan tanah air, terutama bagi sahabat terdekatnya.
Daniel Mananta menjadi salah satu rekan artis yang merasa sangat kehilangan sosok pria yang dikenal sangat ceria dan ramah tersebut.
Lewat akun media sosial pribadinya, Daniel Mananta membagikan kenangan berupa tangkapan layar percakapan terakhir mereka.
Unggahan itu memperlihatkan sisi lain perjuangan Vidi Aldiano yang jarang tersorot saat berjuang melawan rasa sakit kanker ginjal.
Dalam pesan singkat di aplikasi WhatsApp tersebut, terungkap perjuangan keras Vidi Aldiano melawan penyakitnya sebelum ia berpulang ke pangkuan Sang Khalik.

Vidi Aldiano yang saat itu baru saja keluar dari rumah sakit mengaku sudah sangat jenuh karena harus menjalani perawatan intensif.
"Aku baru banget balik kerumah ni after 10 days of opname," tulis Vidi Aldiano dalam pesan yang dikirimkan pada 9 Februari 2026.
Daniel Mananta pun sempat menanyakan perasaan sang sahabat yang harus menghabiskan banyak waktu di atas ranjang rumah sakit.
Vidi Aldiano jujur mengakui dirinya sebenarnya belum mendapatkan izin sepenuhnya untuk meninggalkan rumah sakit.
"Jujur ini aja masi belum boleh pulang. Tapi 10 hari Mau meledak di rumah sakit," ungkap suami Sheila Dara Aisha tersebut.
Tak hanya rasa bosan yang melanda, Vidi Aldiano juga membeberkan kondisi medis terbaru yang membuatnya harus ekstra hati-hati.
Ia menyebutkan bahwa infeksi paru-paru menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemulihan kesehatannya kala itu.
"Masih harus steril karena pneumonia," sambung penyanyi yang wafat di usia 35 tahun tersebut kepada Daniel Mananta.
Kondisi kesehatan yang menurun tersebut ternyata berdampak drastis pada pita suara sang penyanyi hingga ia merasa sangat kesulitan.
Hal ini tentu menjadi pukulan berat mengingat suara adalah aset utama bagi pelantun lagu "Nuansa Bening" itu.
"Kondisi sekarang juga suara ilang lang lang bgt sih ko," tutur Vidi.
Vidi Aldiano mengungkapkan rasa sedihnya karena kondisi medis tersebut membuatnya terisolasi dan tidak bisa bertemu dengan banyak orang.
Sebagai sosok yang dikenal sebagai "Social Butterfly", rasa sepi menjadi beban tersendiri bagi pria kelahiran Jakarta tersebut.
"Which sucks. Karna gw rindu orang," tulis Vidi Aldiano dalam pesan singkatnya.
Melihat kondisi sahabatnya yang sedang terpuruk, Daniel Mananta hanya bisa memberikan penguatan dan doa terbaik.
Ia mencoba mengingatkan Vidi Aldiano untuk tetap tenang dan menyerahkan segala proses kesembuhan kepada Sang Pencipta.
"Gw juga berserah banget sama waktunya Tuhan," tulis Daniel Mananta dalam kolom balasan kepada Vidi Aldiano.
Kini, percakapan penuh haru tersebut menjadi kenangan terakhir yang tak ternilai bagi Daniel Mananta setelah Vidi Aldiano meninggal dunia.
"Terakhir ngobrol sama Vidi bulan lalu. Aku harap kita bisa bertemu sekali saja," tulis Daniel Mananta di kolom caption.