- Midnight Diner menjadi tontonan relaksasi yang pas sehabis kerja karena durasinya singkat (25 menit) dan alurnya yang menenangkan.
- Serial ini mengisahkan "Master", pemilik kedai di Shinjuku yang siap memasakkan menu apa pun permintaan pelanggan sambil mendengarkan keluh kesah mereka.
- Bukan sekadar acara masak, drama ini menonjolkan empati dan interaksi antar-manusia dari berbagai latar belakang di meja makan.
Suara.com - Di saat energi terkuras, menonton film aksi yang menegangkan atau drama yang menguras air mata terkadang terasa terlalu berat. Di sinilah Midnight Diner (Shinya Shokudo) hadir sebagai penawar.
Serial legendaris ini masih bisa dinikmati di platform streaming Netflix. Bukan sekadar tontonan masak-memasak, Midnight Diner adalah sebuah pelukan hangat dalam bentuk audio visual yang sangat cocok dinikmati sebelum tidur.
Berlokasi di gang sempit kawasan Shinjuku, Tokyo, ada sebuah kedai kecil yang baru mulai beroperasi saat warga kota lainnya mulai terlelap. Kedai ini buka dari pukul 12 malam hingga 7 pagi.
Sang pemilik, yang hanya dikenal dengan sebutan "Master" mengelola tempat ini sendirian. Karakter ini diperankan dengan apik oleh Kaoru Kobayashi. .
Menu yang ditawarkan sangat terbatas, yaitu sup miso babi (tonjiru), bir, dan sake. Namun, Master memiliki filosofi unik, "Selama aku punya bahannya, aku akan memasakkan apa pun yang diminta pelanggan."
Kesederhanaan inilah yang menjadi pintu masuk bagi berbagai kisah manusia yang singgah di sana.
Midnight Diner menangkap esensi tekanan karier, dinamika percintaan, hingga refleksi atas kegagalan masa lalu dari cerita para pelanggannya. Pelanggan Master antara lain pekerja kantoran yang kesepian, penari telanjang, anggota yakuza, hingga pensiunan. Mereka berkumpul di satu meja panjang yang sama.
Setiap episode berdurasi singkat, yakni sekitar 25 menit dan bersifat episodik. Artinya kamu bisa menonton satu episode saja tanpa merasa terbebani untuk melakukan binge-watching hingga pagi.
Keunggulan Karakter 'Master' yang Bijak
Baca Juga: Going Merry Tembus Grand Line! Review One Piece Season 2, Jauh Lebih Megah
Kekuatan utama serial ini terletak pada karakter Master. Dengan bekas luka misterius di wajahnya, ia adalah pendengar yang luar biasa.
Ia jarang memberikan nasihat yang menggurui, namun kehadirannya memberikan rasa aman. Master adalah representasi dari figur "penjaga" yang dibutuhkan oleh masyarakat modern yang kian individualis.
Selain Kaoru Kobayashi, serial ini juga didukung oleh jajaran aktor tetap yang memberikan nuansa kekeluargaan, seperti Joe Odagiri (Kogure), Mansaku Fuwa (Chû-san), dan Toshiki Ayata (Kosuzu).
Kehadiran mereka di hampir setiap musim memberikan kesan bahwa kedai ini adalah "rumah kedua" bagi siapa pun.
Tontonan Wajib Sebelum Tidur
Jika kamu mencari tontonan yang tidak menuntut banyak berpikir namun mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam, Midnight Diner adalah jawabannya.