Suara.com - Feri Amsari berbincang dengan Ben Dhanio mengenai kehadirannya di acara "Rakyat Bersuara" bersama Abu Janda yang jadi viral.
Dalam acara tersebut, Feri sempat meminta Aiman Witjaksono mengusir Permadi Arya alias Abu Janda karena berkata kasar.
Ben Dhanio lantas penasaran seperti apa suasana backstage melihat 'panasnya' perdebatan mereka di atas panggung.
Feri Amsari rupanya baru pertama kali bertemu Abu Janda dan berharap tidak ada kesempatan kedua.
Meski sempat ribut selama siaran langsung, Feri tetap menyalami semua tamu termasuk Abu Janda.
"Setelah ribut itu, seperti biasa setelah selesai, aku salamin semua kan," cerita Feri dalam konten yang tayang di YouTube MrBenComedy pada Minggu, 15 Maret 2026.
Tak disangka Abu Janda diceritakan 'melunak', bahkan menyebut aksinya marah-marah hanya untuk kepentingan pertunjukan.
"Giliran nyalamin dia (Abu Janda), dia bilang begini 'Santai ya bang, itu kan juga cuma performa doang'," tutur Feri Amsari.
"Gue bilang 'Nggak bisa gitu juga.' Itu aneh betul," sambungnya.
Momen yang paling membuat banyak orang marah, termasuk Feri Amsari, ialah ketika Abu Janda berdebat dengan Prof Ikrar Nusa Bakti.
"Menurutku nggak pantas waktu dia bilang seorang profesor politik yang banyak dihormati orang dengan kata 'doggy (anjing)'," terang Feri.
Abu Janda dan Prof Ikrar kala itu berdebat soal peran Amerika dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan konflik global.
Abu Janda memihak Amerika, sementara Prof Ikrar menyatakan sebaliknya hingga dibilang terbawa perasaan.
"Aku jujur saja emosional karena itu nggak normal dan nggak bisa dinormalisasi," tegas Feri.
Lebih lanjut, Feri Amsari membicarakan momennya meminta Aiman Witjaksono mengusir Abu Janda dari forum karena berkata kasar.
Feri mengakui ada niat jahat untuk mengerjai Abu Janda di momen tersebut.
"Tapi ya nahan diri. Makanya di bagian akhir kayaknya perlu dikerjain ini orang," kata Feri.
"Jadi memang ada niat jahatnya. Dikerjain agar dia bisa terusir di forum itu ya," tandasnya.
Sebagai informasi, Feri Amsari merupakan pakar hukum tata negara yang dikenal vokal mengkritisi isu demokrasi.
Ia menyelesaikan pendidikan hukumnya di Universitas Andalas dan William & Mary Law School.
Nama maupun wajah Feri semakin dikenal karena menjadi salah satu pemeran dalam film dokumenter Dirty Vote.
Kontributor : Neressa Prahastiwi