- YouTuber Ria Ricis merayakan Idul Fitri 1447 H (21 Maret 2026) bersama putrinya di Jakarta Selatan karena keluarga inti berjauhan.
- Ricis menyatakan perayaan terasa syahdu meski sepi, dengan fokus pada aktivitas dan kenangan bersama almarhum ayahnya.
- Prioritas utama Ricis adalah mendampingi tumbuh kembang putrinya, Moana, dan menyelesaikan pembangunan rumah barunya.
Suara.com - Suasana Lebaran tahun ini terasa berbeda bagi YouTuber Ria Ricis.
Dia merayakan Idul Fitri 1447 H hanya berdua dengan putrinya, Cut Raifa Aramoana, di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Absennya keluarga besar menjadi pemandangan kontras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Janda satu anak ini menjelaskan bahwa anggota keluarga intinya tengah berada di lokasi yang berjauhan.
Hal ini membuat perayaan hari kemenangan terasa lebih sepi dari biasanya.
"Beda tentu, karena tahun lalu kan masih ada Ibu, ada Mbak Shindy juga. Kalau hari ini lebarannya memang agak sepi karena ibuku di Kairo sama kakak pertama, sama Uma Oki," kata Ricis.
"Mbak Shindy pulang ke rumah mertuanya di Pekanbaru. Jadi lebaran tahun ini cuma aku dan seonggok Moana saja," ujarnya menyambung.
Meski hanya merayakannya berdua dengan sang putri, sang YouTuber mengaku tidak merasa sedih.
Jadwal pekerjaan yang padat sejak awal Ramadan hingga hari Lebaran membuatnya tetap beraktivitas dan tidak larut dalam sepi. Menurutnya, rumah yang sepi bukan berarti hati yang sepi.
"Enggak sih (kesepian), karena memang dari hari pertama puasa sampai hari ini alhamdulillah aktivitas. Jadi karena banyak aktivitas jadi enggak ngerasa sepi juga," ucapnya.
"Lebaran tahun ini sangat syahdu walaupun cuma berdua, tapi menurut aku enggak apa-apa sepi di dalam rumah asal jangan sepi dalam hati ya. Karena di hati kita ada Allah SWT jadi dengan begitu kita tidak akan pernah merasa kesepian," imbuh Ricis.
Di tengah suasana Lebaran yang berbeda, Ricis menyempatkan diri untuk bernostalgia.
Dia mengaku teringat momen-momen Idulfitri di masa lalu, terutama kenangan bersama mendiang ayahnya.
Momen buka puasa bersama keluarga inti menjadi salah satu kenangan yang paling dia rindukan.
"Bahkan dari kemarin juga aku udah ngelihatin foto lebaran terakhir aku yang ada Papa aku juga, udah ngelihatin vlog-vlog tahun-tahun waktu masih ada Papa. Tentu itu menjadi memori yang tidak terlupakan. Tentu kangen sekali," imbuhnya.
Di sisi lain, perkembangan Moana menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi Ricis.
Di usianya yang menginjak tiga setengah tahun, Moana sudah mulai belajar berpuasa dan memahami makna Ramadan secara perlahan.
"Dari 30 hari puasa, Moana paling cuma dapat tiga hari. Alhamdulillah tiga hari itu juga kadang jam sepuluh sudah minta makan, jam dua belas minta makan," tutur Ricis.
"Ya normal lah namanya juga masih anak umur tiga tahun setengah dan memang enggak bisa dipaksa."
Kesibukan membersamai tumbuh kembang Moana di masa emasnya menjadi prioritas utama Ricis saat ini.
Dia bahkan sengaja mengurangi tawaran pekerjaan di luar rumah, seperti film dan serial, agar bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama putrinya.
"Sekarang ini golden age Moana udah mau empat tahun dan di situ tuh memorinya lagi kuat-kuatnya dan aku cuma pengen anak aku itu membangun memori yang baik bersama Ibunya," imbuh Ricis.
Ketika disinggung mengenai pendamping hidup, dia mengaku belum menjadikannya sebagai fokus utama.
Prioritasnya saat ini adalah keluarga kecilnya, para staf, dan menyelesaikan pembangunan rumah untuk Moana. Namun, dia tak menutup kemungkinan jika Tuhan berkehendak lain.
"Kalau Allah kasih alhamdulillah kalau enggak juga ya enggak apa-apa. Enggak gitu dicari banget," tuturnya.