Suara.com - Parenting artis kembali ramai diperbincangkan karena video viral Ryu Alexander Panjaitan anak Cherly Juno.
Video viral itu merekam momen ketika Ryu dan Cherly menjadi bintang tamu acara "Dahsyat" RCTI.
Ryu awalnya ditanya mengenai sikap sang ibunda di rumah. "Mami soft spoken kan?" tanya Cherly kepada sang putra.
Tak disangka Ryu mengungkap sikap sebaliknya, bahkan dengan kata-kata yang dinilai cukup kasar.
"Mana ada! Bacot!" jawab bocah berusia delapan tahun tersebut.
Cherly Juno pun tampak syok mendengar jawaban Ryu sehingga langsung menutup mulut sang putra saat itu juga.
Video Ryu yang jadi viral membuat Cherly Juno sebagai ibu dituding mencontohkan kata-kata kurang baik di keseharian sehingga kemudian ditiru.
Seolah ingin membantah tudingan tersebut, Cherly Juno membagikan momennya ketika meminta klarifikasi Ryu.
"Ryu, dengar kata-kata itu dari mana sih Nak?" tanya Cherly.
"Dari Spongebob, Mami," jawab Ryu dengan santai.
Cherly Juno awalnya tak percaya sebelum akhirnya ditunjukkan video yang Ryu maksud.
"Hah, mana ada sih? Kok Spongebob ngomong gitu?" tanya Cherly.
Video Spongebob berbicara 'bacot' merupakan hasil editan. Spongebob dalam serial aslinya sebenarnya mengatakan 'imajinasi' sehingga muncul pelangi di atas kepalanya.
Tak tinggal diam, Cherly Juno yang menerapkan didikan 'VOC' langsung mengejar Ryu dengan sapu di tangannya.
"Didikan VOC harus diterapkan di 2026 wkwk," tulis Cherly dalam caption unggahannya pada Kamis, 2 April 2026.
Warganet pun sepakat bahwa didikan 'VOC' memang perlu untuk menghadapi para generasi Alpha.
"Sebenernya kita harus menganut prinsip ini, udah jadi baik aja pasti ada kurangnya, jadi better VOC mode on lah," komentar akun @yohanesaurif***.
"Emang ya gen alpha pemikiran ya di luar Nurul banget," sahut akun @immanuelta***.
"Gak papa kak kadang anak suka niru apa yang dia lihat, bukan berarti ortu yang mengajarkan," bela akun @fruty1***.
"Bener lagi, didikan VOC udah paling bener. Siapa yang pernah disabet pake tali pinggang?" timpal akun @xyzah_raa***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi