- Pak Tarno kembali menjadi korban penipuan oleh dua orang terdekatnya yang menggadaikan mobil satu-satunya senilai Rp35 juta tanpa izin.
- Akibat penggadaian ilegal tersebut, Pak Tarno sempat mengalami stres karena terus-menerus diteror oleh penagih utang meski tidak merasa berutang.
- Meski kehilangan aset berharganya, Pak Tarno memilih tidak melapor ke polisi dan kini menjalani hidup sederhana dengan berjualan mainan di kawasan Warakas.
Suara.com - Nasib kurang beruntung kembali dirasakan Pak Tarno. Ia kembali ditipu orang terdekat yang lagi-lagi berkaitan dengan mobil.
Hal ini terungkap ketika Pak Tarno membahas mengenai impiannya. Ia ingin liburan ke pantai, membeli kambing, dan mobil jika sudah punya uang lagi.
Menurut sang manajer, Laura, Pak Tarno baru saja alami musibah.
"Mobil baru ditipu 35 juta," kata Laura ditemui di Warakas, Jakarta Utara pada Rabu, 8 April 2026.
Mirisnya, pelakunya adalah orang yang selama ini mendampingi aktivitas Pak Tarno. Mereka bernama Alif dan Slamet.
Kejadian ini terungkap setelah pihak keluarga merasa ada yang janggal dengan keberadaan mobil tersebut. Pak Tarno yang saat ini sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang stabil, justru diteror oleh pihak penagih utang.
"Ditelepon DC (Debt Collector) terus," ujar Laura menjelaskan situasi kala itu.
Pak Tarno jelas kaget, sebab ia merasa tak memiliki utang dengan siapapun.
"Ya stres ya, pusinglah dia mikirin itu karena ditelepon terus kayak dia punya utang, nggak merasa punya utang kan nggak punya tagihan kan," ujar Laura.
Ternyata, baru diketahui, tagihan tersebut adalah untuk menebus mobilnya. Tapi kembali lagi, Pak Tarno merasa tidak menggadaikan kendaraannya tersebut.
Pak Tarno bilang, dua rekannya, Alif dan Slamet hanya meminjam mobil. "Dibawa aja, katanya mau ambil uang," ucap lelaki 70 tahun ke atas tersebut.
Sangat disayangkan, mobil yang digadaikan itu merupakan satu-satunya alat transportasi Pak Tarno.
Kejadiannya sendiri terjadi hampir dua tahun lalu.
"Nggak lama setelah viral itu, 2024," kata istri Pak Tarno, Lisa.
Di tahun-tahun tersebut, Pak Tarno memang sempat viral. Hal ini karena kondisinya yang sakit namun tetap berjualan.