Suara.com - Pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan mendadak diwarnai riuh netizen di media sosial.
Bukannya fokus pada kebahagiaan mempelai, perhatian publik justru teralihkan pada isu miring mengenai hubungan komunikasi antara Rassya dengan ibundanya, Tamara Bleszynski.
Tak sedikit netizen yang melayangkan kritik tajam, bahkan mulai menyeret peran Wedding Organizer (WO) yang menangani acara tersebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kesalahpahaman.
Di platform Threads, sebuah unggahan menjadi viral karena secara terang-terangan menyalahkan pihak WO dalam mengatur koordinasi keluarga.
Akun tersebut mempertanyakan profesionalitas tim di balik layar dalam menjembatani komunikasi antara Rassya dan Tamara.
![Pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan [Instagram/@thebridestory]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/15/55020-pernikahan-teuku-rassya-dan-cleantha-islan-instagramatthebridestory.jpg)
"Kenapa gak ada yang nyalahin WO-nya? Kenapa gak ada yang nyari tau WO dia siapa dari mana? Soalnya ini salah WO! Alasan dia ceklis 1 terus kenapa dia gak followup lagi ke rassya biar ngebantu hubungi mamanya? Hah?" tulis salah satu netizen yang merasa ada kelalaian dalam manajemen acara.
Kritik ini berlanjut dengan dugaan adanya informasi yang tidak sinkron yang diterima oleh pihak keluarga.
"Info yang berbeda-beda," bunyi chat Tamara dan Rasyya yang dibongkar.
Ini menjadi poin utama yang disorot, di mana netizen merasa WO seharusnya bisa meminimalisir kepusingan pengantin dalam mengurus detail teknis agar tidak terjadi misinformasi.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Hilda yang berada di bawah naungan Bridestory memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara, terutama mengenai urusan busana keluarga.
![Pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan [Instagram/@thebridestory]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/15/49775-pernikahan-teuku-rassya-dan-cleantha-islan-instagramatthebridestory.jpg)
Dalam keterangannya, Hilda menekankan komitmen mereka untuk menghadirkan perencanaan yang hangat dan melibatkan kedua belah pihak keluarga.
Terkait isu busana, pihak WO menjelaskan bahwa pada saat final check, mereka telah memastikan seluruh kebutuhan terakomodasi, termasuk busana yang akan dikenakan oleh ibunda mempelai pria.
Awalnya, busana tersebut direncanakan untuk dijahit di Bali, namun pihak mempelai wanita mengonfirmasi adanya perubahan rencana di mana busana tersebut akhirnya disediakan oleh vendor di Jakarta dalam kondisi siap.
Pihak WO juga menegaskan bahwa jadwal fitting telah disesuaikan kembali di Jakarta untuk memastikan busana dapat dikenakan dengan sempurna pada hari pelaksanaan.
Terlepas dari polemik yang terjadi, banyak yang penasaran dengan layanan yang diberikan oleh WO kelas atas seperti Hilda by Bridestory.
Mengingat status Teuku Rassya sebagai figur publik, layanan yang digunakan tentu mencakup perencanaan menyeluruh.
Berdasarkan postingan di akun by.hilda, kisaran biaya untuk menggunakan jasa pendamping pernikahan profesional ini bervariasi tergantung pada cakupan layanannya.
Untuk layanan Styling and Direction yang fokus pada arahan gaya dan estetika pernikahan, biaya yang dipatok berada di kisaran Rp25.000.000, dengan harga diskon tertentu mencapai Rp22.500.000.
Jika pengantin hanya membutuhkan koordinasi pada hari-H atau Essential Wedding Service, harganya berkisar antara Rp45.000.000 hingga Rp65.000.000, tergantung apakah ditangani oleh Partner atau Senior Partner.
Sementara itu, untuk layanan paling komprehensif yakni Full-Complete Wedding Service yang mencakup tahap perencanaan dari awal hingga pelaksanaan di hari-H, biayanya jauh lebih tinggi.
Layanan yang ditangani oleh Partner dibanderol sekitar Rp70.000.000, sedangkan jika ditangani oleh Senior Partner, harga normalnya bisa mencapai Rp90.000.000.
Harga-harga tersebut memberikan gambaran betapa detail dan eksklusifnya persiapan yang dilakukan untuk pernikahan sekelas Teuku Rassya.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah