Suara.com - Sekuel dari film zombie World War Z yang sukses dibintangi Brad Pitt pada 2013 secara resmi sedang dalam pengerjaan.
Kabar ini disampaikan oleh Paramount Pictures dalam ajang CinemaCon 2026, menandai kebangkitan proyek yang sempat terkatung-katung selama lebih dari satu dekade.
Pengumuman ini menjadi angin segar bagi para penggemar yang selama ini menunggu kelanjutan kisahnya.
Meski belum ada detail mengenai jadwal rilis, sutradara, maupun daftar pemain, kepastian bahwa proyek ini kembali digarap sudah menjadi momen penting.
Sempat Batal karena Anggaran
![Sekuel film zombie World War Z resmi diumumkan [IMDb]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautamii/NgRkH6nWs3OEHnzjvUlg4JDjpqVmVU3a.png)
Sebelumnya, rencana sekuel sempat mengalami berbagai hambatan. David Fincher smpat ditunjuk untuk menyutradarai World War Z 2.
Di proyek tersebut Fincher bertemu dengan Brad Pitt untuk keempat kalinya setelah bekerja sama dalam film Se7en, Fight Club, dan The Curious Case of Benjamin Button.
Namun sayangnya, film yang diharapkan rilis pada 2019 akhirnya dibatalkan akibat masalah anggaran dan jadwal produksi.
Kini, setelah sekian lama, Paramount kembali menghidupkan proyek tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan film mereka.
Kesuksesan World War Z (2013)
![Sekuel film zombie World War Z resmi diumumkan [IMDb]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautamii/zLZ9V4ay760ws3hV7Gl8NTpGxz9Wh8BA.png)
Kesuksesan film pertamanya menjadi alasan utama mengapa sekuel ini terus dinantikan.
Disutradarai oleh Marc Forster, World War Z (2013) berhasil meraup lebih dari 540 juta dolar AS di box office global.
Angka tersebut menjadikannya salah satu film zombie dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
Tak hanya sukses secara komersial, film ini juga mendapat respons positif dari penonton berkat skala cerita yang luas dan aksi yang intens.
Dalam film tersebut, Brad Pitt berperan sebagai Gerry Lane, mantan penyelidik PBB yang berkeliling dunia untuk mencari solusi atas wabah zombie yang mengancam umat manusia.
Cerita yang diadaptasi dari novel karya Max Brooks ini menawarkan pendekatan berbeda dengan latar global yang epik.
Meski mendapatkan skor 67 persen di Rotten Tomatoes, film ini tetap dinilai mampu menghadirkan ketegangan yang solid.