- Ashanty resmi menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Airlangga pada 22 April 2026.
- Proses menempuh pendidikan tersebut menuntut perjuangan fisik berat hingga Ashanty sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
- Ashanty meraih gelar doktor untuk menunjang profesi baru yang bermanfaat bagi masyarakat, meskipun belum berencana terjun ke politik.
Suara.com - Ashanty baru saja membawa kabar bahagia sekaligus membanggakan. Istri dari Anang Hermansyah ini resmi menyelesaikan ujian doktoral atau S3 di Universitas Airlangga, Surabaya.
Ashanty jelas merasa bangga, sebab bukan hal mudah untuk berada di titik ini, lulus S3 dengan segala banyak aktivitas.
"Karena bisa sampai di titik ini itu, aku belum pernah bangga sama diriku sendiri sampai segininya gitu," ungkap Ashanty ditemui di kawasan RadiobDalam, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Di balik senyum bahagianya, Ashanty menyimpan cerita perjuangan fisik yang sangat berat selama perkuliahan.
Kondisi mertua Atta Halilintar ini sempat menurun drastis akibat kelelahan membagi waktu antara belajar dan bekerja.
![Ashanty akhirnya bicara soal kabar Aurel Hermansyah dicuekin oleh keluarga Halilintar. [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/17/21482-ashanty-akhirnya-bicara-soal-kabar-aurel-hermansyah-dicuekin-oleh-keluarga-halilintar.jpg)
Bahkan, Ashanty harus berurusan dengan ruang gawat darurat tepat sebelum dan sesudah menjalani proses ujian.
Namun, hal tersebut sengaja tidak ia publikasikan ke media sosial demi menjaga fokus.
"Sebelum ujian aku infus, habis ujian tiba-tiba aku masuk emergency lah, apa kambuh lah," cerita Ashanty mengenai kondisi fisiknya saat itu.
Selain kondisi fisik, Ashanty juga bercerita soal tantangan hingga jawaban tujuan menempuh S3.
Sebab ada dugaan, ia akan masuk ke partai politik seperti yang dilakukan Anang Hermansyah.
![Ashanty ditemui di Radio Dalam, Jakarta Selatan pada Rabu, 22 April 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/22/47705-ashanty.jpg)
Tantangan menempuh S3
Bagi pelantun lagu Jodohku ini, menempuh jenjang S3 memberikan tantangan yang jauh berbeda dibandingkan saat ia mengambil program magister.
Ashanty bahkan sempat menganggap remeh kesulitan tugas-tugas doktoral pada awalnya.
"Dulu kenapa ngambil S3 tuh karena S2 tuh menurut aku kayak untuk ngambil S3, ah, mungkin mirip-mirip lah sama S2 gitu ya. Tapi ternyata wow!" tuturnya.
Ashanty menempuh perjuangan yang tak mudah untuk jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Ia bahkan nyaris menyerah di tengah jalan.
"Aku berkali-kali bilang, 'saya menyerah, saya nggak kuat'. Tapi mereka (pengajar) 'kamu sudah nyemplung'. Akhirnya, aku 'Ya sudah, Ashanty kamu pasti bisa' gitu," tuturnya.
Keinginan bekerja di profesi baru
Gelar doktor yang ia raih saat ini difokuskan pada bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Ashanty berharap ilmu yang didapatkannya dapat menunjang profesi barunya di masa depan.
"Bukan pekerjaan sih, lebih ke profesi baru ya. Profesi baru yang insya Allah tujuan aku dengan profesi baru nanti bisa bermanfaat buat orang banyak," jelas Ashanty.

Dugaan terjun ke dunia politik
Lulusnya Ashanty sebagai doktor lantas memicu spekulasi mengenai rencana untuk terjun ke kancah politik praktis.
Terlebih lagi, sang suami, Anang Hermansyah sudah lebih dulu mencicipi kursi di parlemen. Terkait hal ini, Ashanty tidak memberikan jawaban pasti.
"Ah, kalau ke sana aku belum ada, nggak... Aku belum ada pemikiran kalau aku tuh mau kuliah buat ke situ itu ya," kata nenek Ameena ini.
Jawaban itu juga karena Ashanty tak bisa memprediksi masa depan. Sebab tujuannya adalah untuk membantu sesama.
"Tapi kan aku nggak mau ngomong kayak gini tiba-tiba itu adalah cara aku buat bisa membantu orang nanti lewat tools-nya itu kita belum tahu ya," ujarnya diplomatis.
Ashanty mengakui bahwa tawaran dari berbagai partai politik sudah berdatangan sejak lama untuk meminangnya sebagai kader.
Meski memiliki keinginan membantu sesama, ia masih memiliki ketakutan tersendiri jika harus terjun ke dunia politik.
"Aku cuma takut apakah aku mampu untuk bisa bersuara tapi tanpa aku harus kenapa-kenapa. Nah perjalanannya kan nggak semudah itu," tutup Ashanty mengakhiri sesi wawancara.