- Hammersonic Festival 2026 di Jakarta mengalami gangguan jadwal akibat dampak geopolitik global serta ketegangan di Timur Tengah.
- Konflik tersebut menghambat logistik penerbangan internasional dan memicu klausul asuransi yang memaksa banyak band membatalkan penampilan mereka.
- Promotor merespons kendala tersebut dengan memberikan opsi pengembalian dana penuh serta kebijakan tiket bagi penonton setia festival.
Suara.com - Perayaan 10 tahun Hammersonic Festival yang bertajuk Decade of Dominance seharusnya menjadi momen sakral bagi para Hammerhead di tanah air. Tapi perang mengacak-acaknya.
Sebagai perayaan satu dekade, ekspektasi publik sudah melambung tinggi sejak pengumuman perdana. Namun, kenyataan pahit. Sebuah pesta musik cadas terbesar di Asia Tenggara ini harus berbenturan dengan situasi geopolitik dunia yang kian memanas, khususnya ketegangan antara Iran melawan Amerika-Israel.
Fenomena ini membuktikan bahwa moshpit di Jakarta ternyata sangat bergantung pada apa yang terjadi di ruang-ruang komando militer ribuan kilometer jauhnya.
Dari My Chemical Romance hingga Pembatalan Massal
Badai ketidakpastian ini dimulai ketika My Chemical Romance (MCR), yang telah menjadi magnet utama sejak tiket dijual pada Agustus 2025, memutuskan untuk menarik diri dari format festival.
Meski promotor Ravel Junardy menegaskan bahwa band emo tersebut sangat ingin tampil di Hammersonic, manajemen global mereka mengambil keputusan pragmatis untuk mengundur jadwal tur Asia hingga November 2026.
![Ravel Entertainment mengumumkan tiket Konser My Chemical Romance yang sedianya dijual Selasa, 27 Januari 2026, batal dilakukan. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/27/17645-tiket-konser-my-chemical-romance.jpg)
Keputusan ini bukan sekadar soal jadwal, melainkan sinyal pertama bagaimana manajemen artis kelas dunia bereaksi terhadap risiko keamanan internasional yang mulai tidak terprediksi.
Sebenarnya, mundurnya MCR ini tidak bisa dipastikan karena konflik geopolitik mengingat mereka mundur sebelum konflik Iran vs Amerika-Israel meletus pada Februari 2026 lalu.
Namun, momen ini membuat penggemar cukup kalang-kabut karena tak bisa menyaksikan Gerrard Way dkk tampil jadi headliner di festival terbesar Asia Tenggara ini.
Ravel pun tidak bisa disalahkan begitu saja. Promotor ini juga cukup 'pusing' dengan kabar tersebut sehingga membuatnya harus memisahkan jadwal MCR menjadi konser tunggal bulan November. Dampaknya, sistem tiket pun jadi berubah juga.
Sialnya, setelah selesai dengan drama pemisahan tiket MCR dibulan Desember 2025, konflik Iran versus Amerika-Israel pecah di bulan Februari 2026.
Momen ini menjadi efek domino yang memaksa promotor merombak line-up secara drastis.
Nama-nama seperti New Found Glory, The Red Jumpsuit Apparatus, hingga The Story So Far awalnya dihadirkan untuk menjaga antusiasme. Namun, situasi justru semakin rumit ketika konflik bersenjata mulai memengaruhi jalur penerbangan internasional secara langsung.
Perang Berpengaruh Pada Logistik Konser
Alasan mengapa konflik di Timur Tengah bisa merembet ke panggung NICE PIK 2 berkaitan erat dengan urat nadi industri hiburan global: logistik.