- Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar sukses meraih 1,3 juta penonton dalam satu minggu penayangan di bioskop.
- Joko Anwar berencana mengeksplorasi kisah serupa di penjara perempuan jika performa film pertama mencapai kesuksesan maksimal di pasar.
- Proyek pengembangan cerita tersebut saat ini masih berupa wacana pribadi dan belum dibahas secara resmi bersama tim produksi.
Suara.com - Film karya Joko Anwar, Ghost in the Cell menapaki kesuksesan. Hal ini ditandai dengan 1,3 juta penonton selama seminggu penayangan di bioskop.
Menyadari potensi besar dari respons positif penonton, Joko Anwar mulai memikirkan memperluas jalan cerita.
Sineas kondang ini berniat membawa kengerian dari balik jeruji besi menuju ke ranah lingkungan penjara khusus kaum perempuan.
"Ini masih pembicaraan awal haha," kata Joko Anwar dihubungi awak media pada Jumat, 24 April 2026.
Rencana ekspansi cerita ke lingkungan narapidana perempuan itu rupanya memiliki prasyarat khusus sebelum benar-benar dieksekusi menjadi naskah.
![Joko Anwar, sutradara film Ghost In the Cell ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 April 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/58014-joko-anwar.jpg)
Hal ini sangat bergantung pada performa akhir serta daya tahan film pertamanya di tangga box office nasional.
Joko Anwar menegaskan, wacana pembuatan versi perempuan ini hanya akan direalisasikan apabila Ghost In The Cell benar-benar meraih kesuksesan maksimal.
Ia tidak ingin terburu-buru mengambil langkah tanpa melihat analisis pasar yang matang dari karya yang sedang tayang.
Menurut kacamata sang sutradara, mengangkat isu sosial dan psikologis yang sama dengan sudut pandang berbeda akan menjadi sebuah eksperimen yang luar biasa.
Ia merasa dinamika konflik di dalam lembaga pemasyarakatan perempuan memiliki keunikan yang sangat layak untuk dieksplorasi.
"Kalau Ghost in the Cell sukses, akan menarik juga untuk melihat isu yang sama dari perspektif perempuan ya," kata sutradara film Pengabdi Setan ini.
Meskipun antusiasme publik dan penggemar sudah mulai terbangun pesat, proyek spin-off ini rupanya belum masuk ke tahap persiapan yang serius. Joko Anwar masih menyimpan konsep brilian tersebut di dalam kepalanya.
Ide liar mengenai teror entitas jahat di penjara perempuan itu bahkan belum dibahas secara resmi di atas meja diskusi tim produksi.
Joko Anwar menyadari, merealisasikan proyek baru membutuhkan perhitungan bisnis dan komitmen waktu yang tidak main-main.
"Dan aku belum ngobrol juga sama produser-produserku," terang sineas yang akrab disapa Jokan ini.