- Menghadirkan 57 karakter ikonik termasuk dari film Frozen 2, Raya, dan Cars dalam 21 sesi pertunjukan selama 10 hari di Istora Senayan.
- Penonton disuguhkan aksi seluncur es profesional selama 90 menit yang memadukan lagu tema orisinal dengan visual panggung yang memukau.
- Tersedia berbagai kategori tiket mulai dari Rp300 ribu hingga Rp2 juta, lengkap dengan area merchandise eksklusif bagi para pengunjung.
2. Konsep acara
Konsep pementasan dibuat secara bergantian untuk menceritakan ringkasan kisah dari masing-masing mahakarya layar lebar. Penonton akan dibawa bernostalgia dengan suguhan lagu tema orisinal yang disesuaikan pada setiap adegan aslinya.
"Kalau lagu sih kayaknya dari masing-masing movies itu pasti ada, ya... Frozen, pasti ada lagunya Frozen," tutur Rodrick memberikan bocoran musikal.
Tingginya antusiasme warga Indonesia pada edisi lalu membuat penyelenggara mengambil langkah strategis dengan menambah jumlah jadwal harian.
Hal ini dilakukan demi menampung kapasitas tiga ribu penonton per sesi yang kerap membeludak dan kehabisan tiket.
"Actually kita diperbanyak. Jadi dari waktu dulu itu sold out. Makanya sekarang kita ada 21 show," terang Rodrick.
3. Fasilitas selain pertunjukan
Selain atraksi memukau di dalam arena, para pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas istimewa di area luar Istora Senayan.
Terdapat instalasi seni dan cenderamata eksklusif yang hanya bisa dibeli langsung di lokasi acara tersebut.
"Ada merchandise yang lucu-lucu yang cuma available di Disney on Ice ini," kata Rodrick mempromosikan arena souvenir.
4. Atlet ice skating yang berpengalaman
Kesuksesan acara hiburan megah ini tentu tidak bisa lepas dari kepiawaian para atlet seluncur es dari mancanegara. Salah satu penampil utama adalah Isabella Brewerton yang menjadi Anna di film Frozen.
Isabella Brewerton merasa sangat terhubung dengan karakter Anna. Sifat tokoh animasi fiksi itu dirasa sangat mencerminkan kepribadian aslinya ketika ia masih kanak-kanak.
"Dia terasa sangat dekat di hati saya karena sebagai anak kecil saya selalu sedikit canggung dan unik," beber Isabella membagikan cerita masa kecilnya.
Menari secara langsung di atas es tentu memiliki banyak rintangan. Mulai dari kemungkinan kecelakaan juga kerusakan busana secara mendadak di tengah pementasan.