Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati

Sumarni

Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
Korban kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati dan ayahnya [YouTube]
baca 10 detik
  • Pak Di melaporkan Kiai Ashari atas dugaan pencabulan terhadap anaknya dan puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati.
  • Orang tua korban mengungkap adanya kejanggalan perilaku kiai, seperti dominasi santriwati dalam kegiatan pribadi serta permintaan pijat yang tidak wajar.
  • Kiai Ashari kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman hukum terkait kasus tindak pidana tersebut.

Suara.com - Pak Di, ayah dari Tari (nama samaran), mengaku tidak pernah menyangka anaknya menjadi salah satu korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati.

Perasaan kecewa mendalam ia ungkapkan karena selama ini dirinya menaruh kepercayaan penuh kepada sosok kiai tersebut.

“Saya kecewa, karena saya sudah percaya penuh sama pak kiai itu. Karena di situ sampai anak saya empat saya taruh di situ semua. Cewek tiga, adik dia dua,” cerita Pak Di dalam podcast bersama Denny Sumargo yang tayang di YouTube.

Pak Di juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan orang luar dalam lingkungan pesantren tersebut. Ia bahkan sudah cukup lama terlibat dan membantu sejak awal pendirian kegiatan keagamaan yang kemudian berkembang menjadi pondok pesantren.

“Saya di situ mulai dari 2015–2016. Mula-mula di situ ngaji lah, banyak orang tua ngaji di situ, saya nimbrung,” bebernya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum pesantren berdiri, kegiatan awalnya hanya berupa perkumpulan jamaah tarekat. Dari sana kemudian berkembang menjadi pembangunan pondok, termasuk membantu mencari santri hingga ikut dalam proses pembangunan fasilitas seperti gedung pendidikan.

“Sebelumnya belum ada pondok itu. Di situ ngumpulin orang untuk jamaah tarikoh di Jawa Timur. Di situ mulai bikin pondok, bantu-bantu cari santri, bantu bangun pondok, jadi di situ mulai pembangunan Gedung MI,” imbuhnya.

Namun seiring berjalannya waktu, Pak Di mulai merasakan adanya kejanggalan dalam perilaku sang kiai. Beberapa hal yang menurutnya tidak wajar mulai terlihat, terutama dalam aktivitas keseharian di lingkungan pesantren.

“Gerak-gerik kiai kurang pas. Contoh dia selalu yang diajak pergi malam entah ziarah atau salawatan, kebanyakan santriwati atau wanita,” tuturnya.

baca juga

Ia juga menyoroti kebiasaan yang dianggap tidak biasa, seperti adanya permintaan untuk dipijat yang lebih sering diberikan kepada santriwati dibanding santri laki-laki.

Kiai Ashari menyuruh para korba untuk menelan spermanya. [Instagram]
Kiai Ashari menyuruh para korba untuk menelan spermanya. [Instagram]

“Kejanggalan-kejanggalan di situ, dia selalu kenapa ya, yang disuruh mijit kok nggak pernah anak laki-laki. Padahal di situ banyak santri laki-laki,” sambungnya.

Selain itu, Pak Di menyebut bahwa kiai tersebut juga kerap membicarakan santriwati dalam percakapan sehari-hari, termasuk memberikan alasan tertentu terkait ketidaksukaan terhadap cara kerja santri tertentu.

Pak Di juga mengungkap bahwa Kiai Ashari kerap berbicara mengenai para santriwati ketika berada dalam percakapan sehari-hari dengannya.

“Setiap kali sering duduk sama saya, kalau malam sering nongkrong di situ. Kalau dia tidak cocok sama yang satu, alasannya tangannya gatal, dalam arti kurang enak mijitnya,” jelas Pak Di.

Pernyataan tersebut membuat Pak Di semakin mengingat kembali berbagai kejanggalan yang sebenarnya sudah lama ia rasakan, namun saat itu belum ia pahami sebagai tanda-tanda yang mengarah pada dugaan perilaku menyimpang.

Seperti diketahui, Kiai Ashari kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, jumlah korban dalam kasus ini diduga mencapai puluhan santriwati. Salah satu di antaranya adalah Tari, anak dari Pak Di sendiri, yang menggunakan nama samaran demi alasan keamanan dan perlindungan identitas.

Pak Di sendiri termasuk salah satu orang tua yang berani melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah, karena sebelumnya ia mengaku sempat mengalami tekanan dan intimidasi dari pihak tertentu agar tidak melanjutkan laporan.

Meski begitu, ia tetap bersikeras untuk memperjuangkan keadilan bagi anaknya serta korban lainnya. Menurutnya, laporan ini tidak hanya soal keluarganya, tetapi juga menyangkut keselamatan banyak santriwati lain yang diduga menjadi korban di lingkungan pesantren tersebut.

Hingga kini, proses hukum terhadap Kiai Ashari masih terus berjalan. Pihak kepolisian disebut masih mendalami keterangan dari para korban dan saksi untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana yang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya

Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:46 WIB

Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi

Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:43 WIB

Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng

Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:19 WIB

Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati

Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:03 WIB

Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!

Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:12 WIB

Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman

Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×