- Seniman anonim Pari Kesit merilis lagu hiphop berjudul "Pesta Para Babi Pembangunan" yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
- Lagu tersebut mengkritik eksploitasi lahan adat di Papua akibat proyek strategis nasional dan ekspansi perkebunan kelapa sawit korporasi.
- Karya ini menyoroti dampak kebijakan negara terhadap masyarakat adat Papua guna menggugah kesadaran publik mengenai ancaman kepunahan peradaban.
Baginya, kehadiran aparat keamanan dan intervensi negara sering kali justru memicu konflik, di mana masyarakat adat dianggap sebagai "batu sandungan" bagi masuknya modal.
Alarm bagi Peradaban
Melalui "Pesta Para Babi Pembangunan", Pari Kesit seolah ingin membangunkan publik dari tidur nyenyaknya.
Ia mengingatkan bahwa di balik gemerlap angka pertumbuhan ekonomi, ada peradaban yang sedang terancam punah di timur Indonesia.
Lagu ini ditutup dengan sebuah pertanyaan reflektif yang menghujam jantung nurani setiap pendengarnya: "Apakah aku, kamu, kita akan tetap diam?"
Karya ini menjadi bukti bahwa teknologi AI, jika dipadukan dengan keresahan sosial yang tulus, mampu menciptakan resonansi yang kuat.
Kini, bola panas ada di tangan kita: apakah lagu ini hanya akan menjadi tren sesaat, atau menjadi pemantik perubahan bagi nasib masyarakat adat Papua?
Berikut lirik lengkap lagu "Pesta Para Babi Pembangunan":
Tanah dibakar atas nama pangan
Hutan dibelah atas nama masa depan
Selamat datang
Di pesta para babi pembangunan
Papua menangis di balik proposal korporasi
Negara bicara stabilitas sambil tanam kolonisasi
Bendera dikibar tinggi tanah dijual rapi
Konstitusi cuma badut lusuh buat dekorasi
Dulu peluru sekarang kontrak investasi
Dulu serdadu kini pakai legalisasi
Sawit subur sagu dikubur tanah leluhur
Selain donatur jangan mengatur
Bioetanol biodiesel istilah elit feodal
Suku adat dianggap sebagai penghalang
Kekayaan alam Papua terancam hilang
Oleh kapitalisme terstruktur dan berseragam
Kau lihat tentara bagi sembako lalu tepuk tangan nasionalis
Besok tanahmu bisa digusur baru sadar siapa antagonis
Ini bukan negara gagal ini negara diperkosa modal
Undang-undang senjata birokrat suku adat dijual skala besar
Negara bicara damai sambil kirim ketakutan
Atas nama pembangunan mereka kubur kehidupan
Tanah Papua terancam punah dari peradaban
Apakah aku kamu kita akan tetap diam?
Tanah dibakar atas nama pangan
Hutan dibelah atas nama masa depan
Selamat datang
Di pesta para babi pembangunan