'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
Petikan trailer film dokumenter Pesta Babi. [YouTube/Indonesia Baru]
baca 10 detik
  • Film dokumenter Pesta Babi menyoroti ancaman proyek food estate dan bioetanol terhadap tanah adat di Papua.
  • Kader Muda PDI-P Shohibul Kafi mengkritik kurangnya transparansi pemerintah terkait eksploitasi sumber daya alam di sana.
  • Politisi Angga Nugraha menekankan pentingnya ruang debat publik ketimbang melakukan pembungkaman terhadap penyampaian realitas konflik agraria.

Suara.com - Di Papua, hutan bukan sekadar kumpulan pepohonan; ia adalah denyut nadi kebudayaan. Sebuah premis pahit tersaji dalam film dokumenter "Pesta Babi": ketika hutan adat hancur, identitas masyarakat lokal ikut lumat.

Logikanya sederhana namun menyayat—tanpa hutan tidak ada babi, dan tanpa babi, tidak ada pesta adat maupun kehidupan sosial.

Dokumenter ini memotret realitas kelam di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Proyek pangan (food estate) dan bioetanol skala besar kini tengah merangsek masuk, memaksa warga adat berdiri di tepi jurang kehilangan tanah leluhur mereka.

Kegelisahan yang terpancar dari layar lebar tersebut memantik reaksi keras dari Kader Muda PDI-P, Shohibul Kafi.

Ia menilai ada "lubang besar" dalam perjalanan bernegara sejak era Reformasi, terutama terkait konsensus nasional yang belum tuntas.

Menurutnya, visi dan misi negara seolah kehilangan arah dalam implementasinya di lapangan.

"Ketika hari ini, kita sebagai rakyat melihat seolah-olah negara dan rakyat itu berbenturan. Negara menyalahkan rakyat, sebaliknya rakyat menyalahkan negara. Realitas hari ini kan salah," tegas Kafi dalam sebuah diskusi podcast yang digelar secara daring dan luring pada Jumat (15/5/2026).

Kafi juga menyoroti transparansi pemerintah dalam mengelola sumber daya alam di Papua.

Ia mempertanyakan mengapa eksploitasi tersebut terkesan ditutupi dengan rapat.

baca juga

"Pemerintah merahasiakan sesuatu yang sangat fundamental, (yaitu) misi negara," ucapnya lugas.

Suasana podcast bertajuk "Pesta Babi atau Pesta Para Babi: Kicau Sosial, Ekonomi, Politik" yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (15/5/2026). Sumber: tangkapan layar dari live Instagram @moncongputih. (Ist)
Suasana podcast bertajuk "Pesta Babi atau Pesta Para Babi: Kicau Sosial, Ekonomi, Politik" yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (15/5/2026). Sumber: tangkapan layar dari live Instagram @moncongputih. (Ist)

Buka Ruang Debat, Bukan Pembungkaman

Senada dengan Kafi, Politisi PDI-P Angga Nugraha juga memberikan sorotan tajam. Baginya, jika ada pihak atau otoritas yang merasa film ini menyalahi aturan atau ketetapan pemerintah, jalan keluarnya bukan pembungkaman, melainkan dialektika.

"Jika film itu tidak bagus, sediakan ruang debat," tantang Angga.

Ia menegaskan bahwa "Pesta Babi" memegang peranan krusial sebagai jendela bagi masyarakat luas untuk melihat kondisi Papua secara utuh dan jujur.

Alih-alih dianggap sebagai ancaman, film ini seharusnya menjadi sarana edukasi publik agar memahami kompleksitas konflik agraria dan hak masyarakat adat.

Bagi para penontonnya, "Pesta Babi" bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah pengingat bahwa di balik proyek-proyek strategis negara, ada manusia dan tradisi ribuan tahun yang sedang mempertaruhkan nyawa.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Liks | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:33 WIB

Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar

Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:24 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis

Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis

Your Say | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×