- Tiket konser termahal The Weeknd seharga Rp14 juta ludes seketika untuk pertunjukan di JIS pada 26–27 September 2026.
- Tingginya minat penonton dipicu oleh rumor pensiunnya nama panggung "The Weeknd", kelangkaan konser di Asia, konsep visual panggung yang megah, serta statusnya sebagai raja streaming dunia.
- Bagi penggemar yang belum mendapatkan tiket, sesi penjualan berikutnya masih akan dibuka pada 20 dan 21 Mei 2026.
Suara.com - Demam Abel Tesfaye atau lebih dikenal The Weeknd benar-benar melanda Indonesia. Terbukti, penjualan tiket konsernya di Jakarta pada September mendatang, terbilang sukses.
Paling mengejutkan, tiket dari kategori termahal, yaknni sekitar Rp14 jutaan ludes dalam waktu sekejap.
Pencapaian ini membuktikan bahwa daya tarik sang bintang asal Kanada tersebut melampaui batasan harga bagi para penikmat musik di Tanah Air.
Bagi yang belum beruntung mendapatkan tiket, jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan untuk memperebutkan kategori lain pada sesi ketiga yang dibuka Rabu, 20 Mei 2026, serta sesi keempat sekaligus General on-sale pada Kamis, 21 Mei 2026.
Konser yang diprediksi akan menjadi event musik terbesar tahun itu akan mengambil lokasi di kemegahan Jakarta International Stadium (JIS) pada 26 dan 27 September 2026.
Lantas, apa yang membuat ribuan orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi melihat The Weeknd?
1. Rumor pensiun sebagai The Weeknd
Salah satu pemicu utama tingginya permintaan tiket adalah narasi bahwa ini mungkin menjadi tur terakhir Abel di bawah nama panggung "The Weeknd". Abel sebelumnya telah menyiratkan keinginan untuk "membunuh" identitas panggungnya tersebut setelah tur ini usai.
Kode ini semakin diperkuat saat ia membawakan lagu hitnya di Meksiko. Saat membawakan lagu "Save Your Tears", ia sempat memberikan pernyataan emosional yang ditangkap penggemar sebagai salam perpisahan terhadap persona tersebut.
2. Jarang Singgah ke Benua Asia
Berbeda dengan musisi global lainnya yang rutin melakukan tur dunia setiap tahun, The Weeknd tergolong cukup selektif dalam memilih destinasi, terutama di Asia.
Selama ini, The Weeknd lebih sering memfokuskan jadwal turnya di kawasan Amerika Utara dan Eropa.
Di Indonesia sendiri, penampilan terakhirnya tercatat terjadi pada tahun 2018 silam saat ia menjadi penampil utama di Djakarta Warehouse Project (DWP) Bali.

Mungkin konser nanti jadi jawaban atas penantian panjang para penggemarnya di Indonesia.
3. Konsep Panggung
The Weeknd dikenal sebagai musisi yang tidak pernah setengah-setengah dalam hal presentasi visual.
Konsernya bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah pertunjukan seni teatrikal yang memadukan elemen sci-fi dan visual retro-futuristik.
Penggunaan teknologi tata cahaya yang mutakhir, desain panggung yang masif, hingga koreografi yang bercerita membuat penonton merasa masuk ke dalam semesta sinematik albumnya.
Di JIS nanti, penonton dipastikan bakal terpukau lewat panggung megah yang dirancang agar setiap sudut stadion bisa merasakan atmosfer cerita yang ia bangun.
4. Status sebagai 'Raja Streaming' Dunia
Tidak bisa dimungkiri, prestasi gemilang The Weeknd di tangga lagu global menjadi jaminan mutu. Ia merupakan musisi pertama dalam sejarah yang berhasil menembus angka lebih dari 30 lagu dengan total lebih dari 1 miliar streaming di Spotify.
Lagu-lagu seperti "Blinding Lights" dan "Starboy" telah menjadi lagu kebangsaan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Status sebagai salah satu artis paling sukses di platform digital ini tentu menjadi daya tarik kuat. Banyak orang ingin membuktikan secara langsung apakah kualitas vokal dan performa panggungnya sebanding dengan kesuksesannya di dunia digital.