Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Sumarni

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:20 WIB
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
Film Pesta Babi. (Instagram/watchdoc_insta)
baca 10 detik
  • KSAD Maruli Simanjuntak mempertanyakan sumber pendanaan film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu masyarakat adat di Papua.
  • Film dokumenter tersebut menyoroti dampak negatif pembukaan hutan skala besar bagi kehidupan dan tanah masyarakat adat Papua.
  • Masyarakat adat suku Marind, Yei, dan Awyu melakukan aksi penolakan ekspansi industri melalui simbol pemasangan salib merah.

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menjadi sorotan publik setelah menyinggung pendanaan film dokumenter berjudul “Pesta Babi” dalam sebuah pernyataan kepada awak media.

Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan karena berkaitan dengan isu sensitif mengenai produksi film dokumenter yang mengangkat kehidupan masyarakat adat di Papua.

Dalam wawancara tersebut, Maruli Simanjuntak mempertanyakan sumber dana pembuatan film yang menurutnya menampilkan adegan-adegan dengan skala produksi besar.

Ia menyinggung proses pembuatan film yang dianggap melibatkan perjalanan dan pengambilan gambar di berbagai lokasi.

“Sekarang permasalahannya orang sampai membuat video. Bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana? Jawab aja ya kan,” ujarnya kepada awak media.

Ia juga menambahkan bahwa proses produksi dokumenter tersebut tampak melibatkan banyak aktivitas, termasuk perjalanan ke lokasi tertentu dengan biaya yang tidak sedikit.

“Sampai datang ke sana, bikin video terbang sini terbang sana, orang berduitlah,” sambungnya.

Saat wartawan mencoba menanyakan lebih lanjut mengenai dugaan adanya pihak yang mendanai film tersebut, Maruli Simanjuntak merespons dengan pernyataan yang lebih santai.

Ia tidak memberikan penjelasan lebih jauh, namun menegaskan bahwa pertanyaan mengenai pendanaan bukan berasal darinya secara langsung.

baca juga

“Silakan aja ya. Kan Anda yang bilang ada yang mendanai loh, bukan saya,” katanya sambil tertawa.

Film dokumenter “Pesta Babi” sendiri mengangkat kisah kehidupan masyarakat adat di wilayah Papua.

Film ini menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat pembukaan hutan dalam skala luas untuk proyek pangan dan bioenergi yang sedang berjalan di kawasan tersebut.

Cerita dalam dokumenter ini berfokus pada pengalaman masyarakat adat yang terdampak langsung, termasuk tokoh-tokoh seperti Yasinta Moiwend dari suku Marind, Vincen Kwipalo dari suku Yei, serta komunitas Awyu.

Mereka digambarkan sebagai kelompok yang berusaha mempertahankan tanah leluhur mereka dari ekspansi industri besar.

Dalam narasinya, film ini memperlihatkan bagaimana kawasan hutan adat perlahan berubah menjadi perkebunan skala besar.

Perubahan tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat lokal yang kehilangan sebagian ruang hidup, sumber pangan, hingga identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Selain itu, dokumenter ini juga menyoroti isu lain seperti dugaan keterlibatan aparat dalam pengamanan proyek investasi, konflik lahan, serta tekanan yang dialami oleh masyarakat yang menolak pelepasan tanah adat mereka.

Hal ini menambah kompleksitas persoalan yang diangkat dalam film tersebut.

Salah satu simbol perlawanan yang ditampilkan dalam film adalah pemasangan “salib merah” oleh warga adat. Simbol ini digunakan sebagai bentuk penolakan terhadap pembukaan hutan dan penguasaan lahan oleh perusahaan besar, sekaligus menjadi tanda protes atas perubahan yang terjadi di tanah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Terbaru Garapannya Diulas Negatif dengan Diksi Menohok, Baim Wong: Kaget Bacanya

Film Terbaru Garapannya Diulas Negatif dengan Diksi Menohok, Baim Wong: Kaget Bacanya

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:59 WIB

Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika

Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:46 WIB

Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea

Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea

Entertainment | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:00 WIB

Sinopsis Train Dreams: Kisah Penebang Kayu yang Menembus Nominasi Oscar, Tayang di Netflix

Sinopsis Train Dreams: Kisah Penebang Kayu yang Menembus Nominasi Oscar, Tayang di Netflix

Entertainment | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ria Ricis Tampil di Film Keluarga Suami Adalah Hama, Netizen Penasaran Reaksi Keluarga Teuku Ryan

Ria Ricis Tampil di Film Keluarga Suami Adalah Hama, Netizen Penasaran Reaksi Keluarga Teuku Ryan

Entertainment | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:12 WIB

13 Minutes: Pacuan Adrenalin di Tengah Kepungan Tornado, Malam Ini di Trans TV

13 Minutes: Pacuan Adrenalin di Tengah Kepungan Tornado, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×