- Musisi Therry Mully yang merupakan personel grup musik Jingga dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 9 Juni 2026.
- Penyanyi Andien Aisyah menyampaikan rasa duka mendalam serta penghormatan terakhir atas kontribusi karya musikal almarhum tersebut.
- Andien mengenang sosok Therry Mully yang telah memberikan pengaruh besar pada perjalanan karier dan kecintaannya terhadap musik.
Suara.com - Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Musisi Therry Mully, yang dikenal sebagai personel grup musik Jingga, dikabarkan meninggal dunia.
Kepergian Therry meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan musisi, hingga para penggemarnya yang selama ini mengagumi karya-karyanya.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, termasuk penyanyi Andien yang mengenang sosok Therry Mully melalui unggahan di media sosial Threads pada Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam unggahannya, Andien mengungkapkan rasa kehilangan sekaligus menceritakan kedekatannya dengan karya-karya almarhum yang telah menemaninya sejak masih kecil.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Mas Therry (grup musik Jingga), he was forever a genius. Aku pernah membawakan lagu ‘Tentang Aku’ di album Kinanti (2002) yang diproduseri Mas Indra Lesmana dan Aksan Sjuman. Aku cinta sekali lagu itu. Namun sesungguhnya itu bukan pertemuan pertamaku dengan karya Mas Therry,” tulis Andien.
Penyanyi bernama lengkap Andien Aisyah itu kemudian membagikan kenangan masa kecilnya yang menjadi awal perkenalannya dengan sosok Therry Mully dan grup musik Jingga.
Saat itu, Andien masih duduk di bangku sekolah dasar ketika kedua orang tuanya membuka sebuah restoran di Depok bernama Diego’s Fried Chicken.
Pada suatu kesempatan, orang tua Andien mengundang grup musik Jingga untuk tampil sebagai bintang tamu di restoran tersebut.
Momen itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Andien kecil karena untuk pertama kalinya ia bertemu langsung dengan para personel Jingga, termasuk Therry Mully dan Fe Maleka.
“Dulu, ketika aku masih SD, orangtuaku sempat membuka sebuah restoran di Depok, namanya Diego’s Fried Chicken. Pada suatu hari orangtuaku mengundang Jingga sebagai bintang tamunya," kenangnya.
"Itu pertama kali aku bertemu dengan Mbak Fe dan Mas Therry. Mbak Fe nyanyi, Mas Therry main keyboard. Aku suka gaya mereka. Aku terpesona, dan sejak saat itu aku officially merupakan fans mereka,” sambungnya lagi.
![Andien akan menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta pada 15 November 2025. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/09/22116-penyanyi-andien-aisyah.jpg)
Kekaguman Andien terhadap grup Jingga ternyata tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Ia mengaku tumbuh menjadi penggemar setia yang mengikuti karya-karya mereka.
Bahkan, Andien menyebut dirinya hafal hampir seluruh lagu dalam album Jingga karena begitu sering mendengarkannya.
Menurut Andien, lagu Tentang Aku memang menjadi salah satu karya yang sangat berkesan baginya. Namun, masih banyak lagu lain dari Jingga yang memiliki tempat khusus di hatinya.
“Aku rasa nggak berlebihan ketika aku menyatakan diri sebagai fans mereka, karena aku literally hafal satu album Jingga. ‘Tentang Aku’ hanya salah satunya. Lagu-lagu lain yang aku suka adalah ‘Terakhir’, ‘How We Should’, ‘Dan Hijau’, ‘Aku Dalam Manusia’, semuanya,” tulis Andien.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa lagu Terakhir menjadi salah satu lagu yang paling sering ia senandungkan dalam berbagai kesempatan. Melodi dan bagian tertentu dari lagu tersebut, menurut Andien, seolah sudah tertanam kuat di alam bawah sadarnya sejak lama.
“Bahkan lagu Terakhir itu lagu yang paling sering aku senandungkan kalau lagi bengong. Kayaknya bagian parirapaparirap lagu itu sudah tertanam dengan baik di alam bawah sadarku,” ungkapnya sambil berseloroh.
Di akhir unggahannya, Andien menyampaikan doa dan penghormatan terakhir untuk Therry Mully. Ia meyakini bahwa karya-karya yang telah diciptakan almarhum bersama Jingga akan terus hidup dan dikenang oleh para penikmat musik Indonesia.
“Rest in Peace, Mas Therry. Karya-karya Jingga akan selalu kami kenang,” tulis Andien.
Menariknya, Andien juga mengungkapkan bahwa nama putranya, Jingga, mungkin bukan sekadar kebetulan. Ia mengakui bahwa grup musik Jingga memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidup dan musikalitasnya sejak kecil hingga dewasa.
“Dan mungkin bukan kebetulan juga Jingga menjadi nama anakku, karena Jingga adalah bagian dari perjalananku,” tutupnya.
Unggahan tersebut pun menyentuh hati banyak netizen yang turut mengenang kontribusi Therry Mully di industri musik Indonesia serta jejak karya yang telah ditinggalkannya selama bertahun-tahun.