Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran

Sumarni

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:23 WIB
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran [Istimewa]
baca 10 detik
  • Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan apresiasi positif terhadap film Tanah Runtuh yang mengangkat latar belakang konflik Poso.
  • Film tersebut dinilai sebagai sarana pembelajaran penting bagi masyarakat untuk memahami dampak konflik serta pentingnya menjaga keharmonisan.
  • Jusuf Kalla menekankan perlunya membangun kembali hubungan sosial dan rasa saling percaya guna mencegah konflik terulang kembali.

Suara.com - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, memberikan komentar positif terkait film Tanah Runtuh yang mengangkat kisah kelompok masyarakat dengan latar belakang konflik di Poso.

Menurutnya, film tersebut memiliki nilai penting tidak hanya sebagai karya sinema, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kehidupan sosial yang harmonis dan saling menghargai perbedaan.

Dalam keterangannya kepada awak media baru-baru ini, Jusuf Kalla menilai bahwa Tanah Runtuh berhasil menghadirkan cerita yang menarik sekaligus relevan dengan sejarah sosial yang pernah terjadi di Indonesia.

Ia menyebut film tersebut sebagai karya yang baik karena berupaya menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat yang pernah berada dalam situasi konflik.

“Bagus sebagai film. Film itu menceritakan kelompok dengan latar belakang Poso,” kata Jusuf Kalla saat memberikan tanggapannya mengenai film tersebut.

Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam memahami peristiwa-peristiwa yang diangkat dalam film.

Menurutnya, yang tidak kalah penting dari konflik itu sendiri adalah bagaimana masyarakat mampu melanjutkan kehidupan setelah masa-masa sulit berlalu dan membangun kembali hubungan sosial yang sehat.

“Walaupun tentu banyak yang perlu menjadi perhatian, dan bagaimana kehidupan setelah itu berjalan baik,” lanjutnya.

Jusuf Kalla yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai upaya perdamaian dan penyelesaian konflik di Indonesia menilai bahwa film seperti Tanah Runtuh dapat menjadi media refleksi bagi masyarakat.

baca juga

Melalui cerita yang disajikan, penonton diajak memahami dampak konflik terhadap kehidupan manusia sekaligus melihat pentingnya rekonsiliasi dan pemulihan hubungan sosial setelah konflik berakhir.

Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran [Istimewa]
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran [Istimewa]

Baginya, nilai utama yang dapat dipetik dari film tersebut adalah pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap pesan yang disampaikan melalui film dapat mendorong masyarakat untuk terus memperkuat rasa kebersamaan, toleransi, dan kepercayaan antarsesama.

“Ya, menjadi pembelajaran,” ujarnya singkat.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menekankan bahwa kehidupan sosial yang baik harus terus dijaga oleh setiap generasi.

Menurutnya, hubungan yang harmonis tidak dapat tercipta tanpa adanya rasa saling percaya, komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk memahami satu sama lain. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting dalam mencegah munculnya konflik yang dapat merugikan banyak pihak.

“Perlunya selalu tetap memperhatikan kehidupan sosial yang baik, antargenerasi, dan juga saling percaya,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Jusuf Kalla menyampaikan harapan agar konflik-konflik yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang kembali di masa depan. Ia mengingatkan bahwa perdamaian dan persatuan harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan terjadi,” tutupnya.

Sebagai informasi, Tanah Runtuh merupakan film yang mengangkat kisah kelompok masyarakat dengan latar belakang konflik di Poso.

Melalui pendekatan dramatik dan narasi yang kuat, film ini berusaha menghadirkan gambaran mengenai dampak konflik terhadap kehidupan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya perdamaian, rekonsiliasi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Film Tanah Runtuh sendiri dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 25 Juni mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival

Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:48 WIB

Review Dukun Magang: Komedi Absurd yang Sukses Bikin Merinding Sekaligus Ngakak!

Review Dukun Magang: Komedi Absurd yang Sukses Bikin Merinding Sekaligus Ngakak!

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50 WIB

Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis

Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:15 WIB

The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood

The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan

Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:30 WIB

Ditanya Penerus, Tom Holland Tegas Tunjuk Owen Copper Jadi Spider-Man

Ditanya Penerus, Tom Holland Tegas Tunjuk Owen Copper Jadi Spider-Man

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×