- Bassist Pas Band Trisno meninggal dunia pada Sabtu akibat komplikasi penyakit.
- Rekan sesama musisi seperti Edi Brokoli dan Ivanka Slank menyampaikan duka mendalam.
- Almarhum dikenal sangat tegar dan tidak pernah mengeluhkan penurunan kondisinya selama ini.
Suara.com - Dunia musik rock Indonesia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya setelah bassist Pas Band, Trisno, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Sang musisi senior tersebut berpulang usai berjuang menghadapi komplikasi penyakit yang menggerogoti kesehatannya.
Pengumuman duka mengemuka melalui unggahan akun Instagram resmi band rock asal Bandung tersebut, @pasband.id. Simbol duka berupa emoji wajah sedih mengisyaratkan kepulangan sang pemetik bass nyentrik tersebut ke pangkuan Sang Pencipta.
Lambaian doa dan ucapan belasungkawa langsung mengalir deras dari rekan sesama seniman serta para penggemar setia. Duka mendalam ini seketika menyelimuti panggung musik Tanah Air meski detail informasi pemakaman belum dirilis secara resmi.
Presenter Edi Brokoli menyampaikan belasungkawa mendalamnya secara terbuka melalui kolom komentar unggahan tersebut.
"Innalillahi wa innailayhi rojiuun... sing kebat @tris_noize," tulis presenter Edi Brokoli lewat akun @eddibrokoli, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Musisi Tanah Air Berduka Atas Kepergian Trisno
Kehilangan mendalam juga dirasakan oleh bassis grup band Slank, Ivanka, yang tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya. Ia membanjiri kolom komentar dengan rentetan emoji sedih tanpa sanggup merangkai kata-kata.
Meskipun kondisi fisiknya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, Trisno tetap dikenal sebagai sosok yang sangat tangguh di mata sahabat-sahabatnya. Ia konsisten menyimpan rapat rasa sakitnya tanpa pernah mengeluh sedikit pun saat berkumpul bersama rekan satu band.
Drummer Pas Band, Sandy, mengakui bahwa penurunan kesehatan sang bassist sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Keteguhan mental Trisno membuat rekan-rekannya kagum karena ia selalu tampil profesional dan ceria di atas maupun di luar panggung.
Sebagai informasi, Trisno merupakan pilar penting dalam perjalanan karir Pas Band sejak era 90-an yang memberi warna khas pada genre musik rock alternatif Indonesia. Karakter permainan bassnya yang energik dan unik berhasil membawa Pas Band menembus industri musik arus utama.
Beberapa tahun belakangan, kondisi fisik Trisno memang mulai goyah akibat masalah kesehatan yang dihadapinya. Kendati demikian, dedikasi dan semangat hidupnya terus menjadi inspirasi bagi keluarga besar Pas Band serta Paserba di seluruh Indonesia.