- Aktor Roy Sungkono berperan sebagai Chef Rama yang dituduh membunuh rival kulinernya dalam serial My Chef in Crime.
- Rama bersama Detektif Vita menyelidiki kasus pembunuhan tersebut menggunakan keahlian memasak dan insting tajam sejak tayang 14 Agustus 2026.
- Serial delapan episode produksi Vision+ ini mengangkat kuliner tradisional Nusantara untuk menyelesaikan kasus serta memperkenalkan makanan lokal secara global.
Suara.com - Dunia akting kembali diramaikan dengan genre misteri yang segar melalui serial My Chef in Crime. Aktor Roy Sungkono didapuk memerankan chef bernama Rama.
Kisahnya bermula saat Rama dituduh menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan. Ia diduga sebagai orang di balik hilangnya nyawa sang rival di dunia kuliner yang selama ini bersaing dengannya.
Tak tinggal diam, Rama berusaha membersihkan nama baiknya dengan cara yang tak lazim. Ia mengandalkan insting tajam dan keahlian kulinernya yang mumpuni untuk menguak dalang di balik kasus tersebut.
Perjalanan Rama semakin menarik karena ia bekerja sama dengan Detektif Vita yang diperankan Sintya Marisca. Karakter Vita ternyata adalah mantan kekasih Rama yang ditugaskan menangani kasus sensitif ini.

Keduanya menelusuri petunjuk misterius yang terselip di balik teknik memasak hingga rahasia bumbu penyedap hidangan. Investigasi ini perlahan membawa mereka pada pusaran konspirasi perdagangan manusia dan penyelundupan rempah ilegal.
Tak hanya soal kriminal, serial yang tayang 14 Agustus 2026 di Vision+ ini juga menyuguhkan drama keluarga yang menyentuh. Penonton akan diajak mengikuti delapan episode yang penuh ketegangan dengan durasi rata-rata 35 menit.
Selain kedua bintang utama, serial ini turut diramaikan oleh Sarah Sechan, Sarah Felicia, hingga aktor muda Jeremie Tobing.
Clarissa Tanoesoedibjo selaku Executive Producer menjelaskan sisi unik yang menjadi daya tarik serial My Chef in Crime.
"Yang bikin My Chef in Crime menjadi unik, kasus dalam series ini diselesaikan dengan (melibatkan) kuliner Indonesia," kata Clarissa dalam konferensi pers beberapa Waktu lalu.
Sebab dalam setiap episode nantinya akan menyoroti hidangan tradisional yang beragam dan autentik dari penjuru Nusantara.
Kehadiran serial ini juga membawa misi mengangkat derajat kuliner lokal. Tim produksi ingin menonjolkan bahwa kekayaan rempah asli Indonesia memiliki nilai estetika yang tinggi.
"Nanti setiap episode akan ada hidangan tradisional yang berbeda. Ini menjadi kesempatan untuk kita memperkenalkan makanan Indonesia ke kancah global. Bahwa kuliner Nusantara ternyata tak hanya rendang," ujarnya.