- Spider-Man Brand New Day meraup pendapatan 1,67 miliar dolar AS dalam sepuluh hari.
- The Odyssey menjadi film terlaris sepanjang karier penyutradaraan Christopher Nolan.
- Pendapatan bioskop musim panas Hollywood berhasil mendekati angka empat miliar dolar AS.
Suara.com - Film Spider-Man Brand New Day dan The Odyssey resmi mencetak sejarah baru dalam industri bioskop global akhir pekan ini. Kedua karya blockbuster tersebut memimpin lonjakan pendapatan Hollywood hingga mendekati rekor era sebelum pandemi.
Kombinasi aksi pahlawan super Sony-Marvel dan epik klasik susunan Christopher Nolan membuktikan daya tarik layar lebar belum pudar. Penonton global kini kembali memadati bioskop secara massal demi menyaksikan dua tontonan skala raksasa ini.
Pencapaian luar biasa ini mendorong total pendapatan bioskop musim panas Hollywood menembus angka fantastis empat miliar dolar AS. Pengamat industri menilai fenomena ganda ini merupakan momen kebangkitan terbesar layar lebar sejak era Barbenheimer.
Laju Spider-Man Brand New Day di bioskop global terasa sangat sulit tertahan oleh film pesaing mana pun. Dalam kurun sepuluh hari penayangan, pendapatan global film pahlawan bertopeng ini sudah menembus angka 1,67 miliar dolar AS.
Pasar domestik Amerika Serikat dan Kanada menyumbang 655,1 juta dolar AS dari total pendapatan global tersebut. Sementara itu, penjualan tiket di luar wilayah Amerika Utara telah melampaui angka satu miliar dolar AS.
Rekor Fantastis Pahlawan Bertopeng dan Rekor Personal Nolan
Hanya butuh waktu seminggu bagi petualangan terbaru Spider-Man untuk menjadi film terlaris sepanjang tahun ini. Film ini menggeser posisi Toy Story 5 yang sebelumnya memimpin dengan total pendapatan 1,07 miliar dolar AS.
Pada akhir pekan keduanya, film Sony-Marvel ini mengantongi 144,5 juta dolar AS di pasar domestik. Angka ini menjadikannya film Sony pertama yang menembus pendapatan seratus juta dolar AS pada pekan kedua.
Hasil ini nyaris melampaui rekor pekan kedua terlaris sepanjang sejarah bioskop domestik milik The Force Awakens. Film Star Wars tersebut masih memegang rekor tertinggi dengan perolehan 149,2 juta dolar AS pada tahun 2015.
Di sisi lain, karya terbaru Christopher Nolan bertajuk The Odyssey turut menorehkan rekor finansial pribadi sang sutradara. Film epik mitologi produksi Universal Pictures ini resmi menembus angka pendapatan global sebesar 1,1 miliar dolar AS.
Pencapaian tersebut menempatkan The Odyssey sebagai karya terlaris dalam sepanjang karier penyutradaraan Christopher Nolan. Hasil ini melampaui rekor lama miliknya lewat film The Dark Knight Rises serta Oppenheimer.
Dominasi Layar IMAX dan Peta Persaingan Film Komedi
Layar raksasa IMAX menjadi kunci utama di balik kesuksesan finansial luar biasa yang diraih oleh The Odyssey. Penjualan tiket IMAX di pasar domestik menyumbang 147,3 juta dolar AS dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.
Pendapatan film epik ini diprediksi akan terus melonjak tajam dalam waktu dekat. Pasalnya, The Odyssey baru akan memulai debut penayangannya di pasar besar Tiongkok pada akhir pekan ini.
Kehadiran dua film raksasa ini gagal disaingi oleh jajaran film komedi alternatif yang rilis bersamaan. Film komedi romantis One Night Only garapan Will Gluck hanya mampu mengantongi 5,7 juta dolar AS di pekan perdana.
Sementara itu, film komedi Super Troopers 3 besutan kelompok Broken Lizard menempati posisi keempat box office. Film tersebut debut dengan pendapatan yang tergolong rendah, yakni sekitar empat juta dolar AS.
Beberapa film lain seperti Toy Story 5 dan Minions & Monsters mengisi sisa tangga teratas box office domestik. Total penjualan tiket bioskop secara keseluruhan melesat 18,5 persen dibandingkan periode tahun lalu.
Industri bioskop global sempat mengalami penurunan pendapatan drastis pascapandemi akibat perubahan pola konsumsi penonton. Sebelum ledakan tahun ini, pendapatan musim panas bioskop hanya pernah sekali menembus batas empat miliar dolar AS pada 2023.
Kini, dominasi lima film berpendapatan di atas satu miliar dolar AS mengembalikan kejayaan industri perfilman dunia. Kembalinya minat masyarakat menonton di layar lebar menjadi sinyal positif bagi masa depan sinema global.