- Insanul Fahmi berjualan sayur demi bertahan hidup setelah meninggalkan dunia hiburan dan menikahi Inara Rusli.
- Wardatina Mawa menyatakan penyesalan mantan suaminya sudah terlambat serta tidak menuntut nafkah anak selama tiga bulan terakhir.
- Mawa memilih bekerja secara mandiri sebagai ibu tunggal dan meyakini Tuhan selalu memberikan rezeki bagi anaknya.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari mantan suami Wardatina Mawa, Insanul Fahmi.
Insan yang mencampakkan Mawa dan memilih menikah dengan Inara Rusli itu kini dikabarkan tengah mengalami titik terendah dalam hidupnya.
Tak lagi berada di dunia hiburan, Ihsan kini menyambung hidup dengan berjualan sayur mayur.
Menanggapi kondisi sang mantan suami yang mengaku kehilangan segalanya dan tengah menjalani proses introspeksi diri, Wardatina Mawa memberikan respons yang cukup tenang namun menohok.
"Menurut aku, setiap manusia pasti diuji sama Allah. Kalau dia bilang itu bentuk introspeksi diri, ya itu mungkin takdir yang harus dia jalani," ujar Mawa saat ditemui awak media baru-baru ini.

Semua Sudah Terlambat
Mawa menanggapi pengakuan Ihsan yang merasa menyesal dengan dingin. Baginya, penyesalan di titik ini tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu.
Ia menekankan bahwa saat ini yang terpenting bukanlah meratapi nasib, melainkan memperbaiki diri.
"Semua sudah terlambat ya. Enggak ada yang harus disesali, yang ada itu harus introspeksi diri saja. Kita sama-sama saling introspeksi," ucapnya.
Meski mengaku tidak mengetahui secara detail pekerjaan baru Ihsan sebagai penjual sayur, Mawa menghargai upaya mantan suaminya itu untuk tetap bertahan hidup (survive).
Soal Nafkah Anak: Tiga Bulan Tanpa Kepastian
Di balik cerita perjuangan Ihsan mencari nafkah, terselip fakta pahit mengenai tanggung jawabnya terhadap sang buah hati.
Mawa mengungkapkan bahwa pemberian nafkah dari Ihsan kini sudah tidak lancar lagi.
"Hampir tiga bulan (tidak lancar). Tapi ya sudah, it's okay," imbuh Mawa dengan nada legawa.
Mawa mengaku tidak ingin menjadi mantan istri yang terus-menerus menuntut.
Ia lebih memilih melihat sejauh mana usaha dan kemauan Ihsan untuk bertanggung jawab kepada anaknya tanpa harus dipaksa.
Mandiri dan Percaya Rezeki Anak
Alih-alih terpuruk karena tidak mendapat dukungan finansial yang stabil dari mantan suami, Mawa justru memilih untuk bekerja keras secara mandiri.
Ia percaya bahwa setiap anak memiliki rezekinya masing-masing yang telah diatur oleh Tuhan.
"Aku enggak pernah menuntut. Aku berjuang sendiri, survive. Alhamdulillah, Allah selalu kasih rezeki lewat anak. Tanpa kita harus menuntut, rezeki itu pasti ada saja," tuturnya.
Kini, Mawa fokus menjalani hidupnya sebagai ibu tunggal yang tangguh, sembari membiarkan waktu yang menjawab proses pendewasaan diri mantan suaminya tersebut.