- Gita Bahana Nusantara dibentuk pada tahun 2003 atas gagasan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.
- Kelompok paduan suara dan orkestra tersebut rutin tampil dalam upacara HUT RI di Istana sejak 2015.
- Program kebudayaan nasional itu bertujuan menumbuhkan nasionalisme serta menyatukan generasi muda berbakat melalui musik.
Suara.com - Setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, kemeriahan upacara di Istana tidak hanya diisi dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Alunan lagu-lagu nasional dan daerah juga menjadi bagian penting yang membangun suasana khidmat sekaligus meriah.
Salah satu kelompok yang kerap mencuri perhatian adalah Gita Bahana Nusantara (GBN). Lantas, apa itu Gita Bahana Nusantara dan siapa saja yang tergabung di dalamnya?
Apa Itu Gita Bahana Nusantara?
Gita Bahana Nusantara adalah tim paduan suara dan orkestra yang terdiri dari generasi muda berbakat dari berbagai provinsi di Indonesia. Mereka dipilih melalui proses audisi untuk kemudian menjadi bagian dari sebuah pertunjukan musik berskala nasional.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, GBN menjadi wadah generasi muda dari seluruh Indonesia dalam bidang musik. Kehadirannya juga ditujukan untuk membangun karakter dan jati diri bangsa, menumbuhkan rasa kebersamaan serta nasionalisme, sekaligus meningkatkan apresiasi seni di kalangan generasi muda.

Dengan demikian, GBN bukan nama seorang penyanyi atau grup musik komersial. GBN merupakan program kebudayaan nasional yang mempertemukan para pemusik dan penyanyi muda dari berbagai daerah dalam satu panggung.
Sejarah Gita Bahana Nusantara
Gita Bahana Nusantara dibentuk pada 2003. Gagasan pembentukannya berasal dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menginginkan adanya paduan suara dan orkestra nasional yang melibatkan anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Tujuan awalnya adalah menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui seni musik.
Dokumen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 juga mencatat pembentukan organisasi dan kepanitiaan Tim Orkestra dan Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara, yang terdiri atas pemain orkestra, pemain paduan suara, konduktor, pelatih, pendamping dan unsur pendukung lainnya. (JDIH Kemenpar)
GBN kemudian berkembang menjadi salah satu wadah pertunjukan musik nasional bagi generasi muda Indonesia. Selain tampil dalam agenda kenegaraan, GBN juga pernah membawa misi kebudayaan ke luar negeri. Pada 2004, misalnya, Orkestra dan Paduan Suara GBN mengikuti Festival Kesenian Asia ke-6 di Changchun, China.
![Gita Bahana Nusantara [Instagram/gitabanahananusantra.ri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/28143-gita-bahana-nusantara-instagramgitabanahananusantrari.jpg)
Gita Bahana Nusantara di Upacara 17 Agustus
Nama Gita Bahana Nusantara semakin lekat dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat bahwa sejak 2015, GBN secara rutin terlibat dalam peringatan HUT RI di Istana Merdeka, Jakarta.
Pada peringatan HUT ke-70 RI pada 2015, misalnya, GBN tampil dalam rangkaian upacara di Istana Merdeka. Saat itu, kelompok tersebut terdiri dari 136 putra-putri dari 34 provinsi, ditambah 400 pelajar dan melibatkan 66 musisi muda.
Penampilan GBN biasanya hadir setelah rangkaian utama upacara, membawakan lagu-lagu nasional, lagu perjuangan, maupun lagu daerah dalam aransemen paduan suara dan orkestra.
Pada peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 yang untuk pertama kalinya digelar di Istana Negara IKN sekaligus diikuti secara hybrid dari Istana Merdeka Jakarta, GBN juga menjadi bagian dari rangkaian persembahan musik di Istana Merdeka.
Siapa Saja Anggota Gita Bahana Nusantara?
![Gita Bahana Nusantara [Instagram/gitabanahananusantra.ri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/19179-gita-bahana-nusantara-instagramgitabanahananusantrari.jpg)
Anggota GBN bukanlah kelompok yang memiliki personel tetap seperti grup band pada umumnya. Para anggotanya dipilih melalui audisi dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Artinya, komposisi GBN dapat berubah setiap tahun mengikuti hasil seleksi peserta.
Dalam proses audisi, calon anggota paduan suara maupun orkestra harus menunjukkan kemampuan musikal masing-masing. Untuk audisi orkestra GBN 2024, misalnya, peserta mengikuti seleksi bertahap dan calon peserta yang lolos tahap pertama kemudian mengikuti audisi tahap kedua secara langsung.
Konsep tersebut membuat GBN menjadi representasi keberagaman generasi muda Indonesia. Penyanyi dan pemusik dari berbagai daerah berkumpul, berlatih bersama, kemudian tampil sebagai satu kesatuan dalam panggung nasional.
Keberadaan Gita Bahana Nusantara dalam upacara 17 Agustus memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjadi pengisi acara.
Melalui paduan suara dan orkestra, generasi muda dari berbagai daerah menyatukan kemampuan mereka untuk membawakan karya musik Indonesia. Perbedaan latar belakang daerah justru menjadi bagian dari kekuatan pertunjukan tersebut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebut GBN sebagai sarana untuk menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme sekaligus memperkenalkan keragaman seni budaya Indonesia melalui musik.
Karena itu, GBN dapat dilihat sebagai gambaran kecil dari semangat Bhinneka Tunggal Ika: berbeda daerah, bahasa, budaya dan latar belakang, tetapi dapat menghasilkan harmoni ketika tampil bersama.
Lagu yang dibawakan GBN dapat berbeda pada setiap peringatan. Namun, repertoarnya umumnya berkaitan dengan lagu nasional, lagu perjuangan dan lagu daerah.
Pada upacara HUT ke-77 RI tahun 2022, misalnya, GBN membawakan sejumlah lagu seperti "Hari Merdeka", medley lagu daerah, dan "Syukur". Pada kesempatan tersebut, GBN juga mengiringi penampilan Farel Prayoga yang membawakan "Ojo Dibandingke" dan "Joko Tingkir".
Sementara pada peringatan HUT ke-70 RI pada 2015, GBN juga tampil membawakan sejumlah lagu nasional dan perjuangan dalam rangkaian acara setelah prosesi utama upacara.
Pilihan lagu tersebut membuat penampilan GBN tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga memperkenalkan kembali kekayaan lagu Indonesia kepada masyarakat.
Salah satu hal menarik dari Gita Bahana Nusantara adalah keterlibatan generasi muda dalam acara kenegaraan tingkat nasional.
Mereka menjalani proses seleksi, latihan dan persiapan sebelum akhirnya tampil di hadapan Presiden, pejabat negara, tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan upacara kemerdekaan.
Dalam konteks tersebut, GBN menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus mendapatkan pengalaman tampil dalam salah satu momentum paling penting bagi bangsa Indonesia.
Pada akhirnya, Gita Bahana Nusantara bukan hanya paduan suara dan orkestra yang tampil saat upacara 17 Agustus. GBN merupakan wadah yang mempertemukan talenta musik muda dari berbagai penjuru Indonesia dalam satu panggung untuk membawa pesan persatuan, nasionalisme dan keberagaman melalui musik.
Jadi, ketika menyaksikan paduan suara dan orkestra anak muda tampil dalam rangkaian peringatan HUT RI di Istana, itulah salah satu wajah Gita Bahana Nusantara, representasi generasi muda Indonesia yang menyatukan keberagaman melalui harmoni musik.