- Prajurit Kopassus menampilkan atraksi terjun payung membawa bendera berfoto Presiden Prabowo di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026).
- Atraksi pengibaran bendera Merah Putih berukuran 12 meter kali 8 meter tersebut sukses memecahkan rekor MURI.
- Warganet di media sosial mempertanyakan penggunaan foto Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan HUT RI tersebut.
Suara.com - Atraksi terjun payung prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI menjadi salah satu pertunjukan yang mencuri perhatian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dalam atraksi tersebut, para prajurit Kopassus melakukan penerjunan dari ketinggian belasan ribu meter sambil membawa sejumlah bendera.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah bentangan bendera di udara yang menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto.
Para penerjun kemudian membentuk sejumlah formasi di udara sambil membawa Sang Saka Merah Putih.
Mereka juga menggunakan flare berwarna yang terpasang di bagian sepatu sehingga atraksi terlihat semakin meriah.
Selain itu, pengibaran bendera Merah Putih melalui atraksi terjun payung tersebut tercatat memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rekor tersebut terkait aksi Canopy Formation Side by Side dengan ukuran bendera mencapai 12 meter x 8 meter.
Kemunculan foto Presiden Prabowo pada bendera yang dibentangkan di udara menjadi perhatian tersendiri di media sosial.
Sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan foto Prabowo Subianto dalam rangkaian atraksi peringatan HUT RI ke-81.
Sebagian warganet menilai peringatan kemerdekaan seharusnya lebih menonjolkan simbol negara, khususnya Merah Putih.
“Ini HUT RI, bukan ultah Prabowo,” tulis salah satu akun di media sosial.
Komentar lain mempertanyakan apakah penggunaan foto Presiden tersebut merupakan bagian dari konsep resmi acara atau inisiatif pihak yang menyiapkan atraksi.
Ada pula warganet yang mempertanyakan alasan penggunaan foto Prabowo dalam atraksi tersebut.
Upacara peringatan detik-detik Proklamasi dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB.
Sebelum upacara, rangkaian acara diawali dengan Kirab Pengantaran Bendera Pusaka dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.
Sementara itu, upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB.
Setelah prosesi tersebut selesai, Bendera Pusaka akan dikembalikan ke Monas.
Dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini, Istana mengundang hampir 10.000 tamu.
Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, mantan presiden dan wakil presiden, menteri serta pimpinan lembaga negara hingga masyarakat umum.
Selain upacara, Istana juga menyiapkan berbagai hiburan bagi masyarakat dan tamu undangan.
Pertunjukan seni budaya serta atraksi udara TNI Angkatan Udara turut disiapkan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.
Sebanyak 81 pesawat TNI AU dijadwalkan ambil bagian dalam atraksi udara tersebut, termasuk dua unit jet tempur Rafale.