-
Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun di Nashville akibat kanker.
-
Parton meninggalkan warisan 3.000 lagu, 11 Grammy, dan program literasi ratusan juta buku.
-
Kesehatan Parton menurun setelah merawat dan ditinggal wafat suaminya pada Maret 2025.
Suara.com - Dunia musik internasional berduka setelah penyanyi legendaris Dolly Parton menghembuskan napas terakhirnya pada usia 80 tahun di Nashville, Selasa waktu Amerika Serikat. Kepergian sosok kemanusiaan ternama ini mengakhiri perjalanan hidup luar biasa dari seorang anak desa di Tennessee hingga menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam kebudayaan populer Amerika Serikat.
Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Parton berpulang dalam suasana tenang dan upacara pemakaman akan digelar secara tertutup. Informasi medis lanjutan yang disampaikan humas pribadinya, Marcel Pariseau, mengungkapkan bahwa penyakit kanker menjadi penyebab utama kematian Parton setelah sempat berjuang dalam kurun waktu singkat.
Sudut pandang baru atas peristiwa ini menyoroti bagaimana kondisi kesehatan sang legenda mulai memburuk secara signifikan setelah kehilangan pasangan hidupnya. Parton secara terbuka pernah membagikan perjuangan emosional dan kelalaian menjaga kesehatan fisiknya saat merawat almarhum suaminya, Carl Dean, yang wafat pada Maret 2025.
Parton pernah menyampaikan pesan terbuka mengenai masa-masa sulit tersebut melalui unggahan video kepada para penggemarnya.
"Dulu ketika suami saya Carl sangat sakit — itu terjadi dalam waktu yang lama — dan kemudian ketika dia meninggal, saya tidak merawat diri saya sendiri," kata Parton. "Jadi saya membiarkan banyak hal terabaikan yang seharusnya saya urusi," kata Parton dikutip dari CNN Internasional.
Rekam jejak karier Parton bukan sekadar kesuksesan panggung komersial, melainkan perjalanan murni transformatif dari kemiskinan menuju puncaknya. Lebih dari 3.000 karya lagu berhasil ia ciptakan sepanjang setengah abad keaktorannya di industri musik global.
Lagu karya Parton seperti “Coat of Many Colors” menjadi potret kehangatan keluarganya di pedesaan Tennessee, sementara tembang “Jolene” dan “I Will Always Love You” menjadi karya abadi mengenai cinta. Lagu “9 to 5” yang diangkat dari film bergenre sama bahkan bertransformasi menjadi lagu perjuangan bagi kelas pekerja perempuan di seluruh dunia.
Keberhasilan Parton menembus batasan musik country terbukti lewat 49 album dan pencapaian 11 penghargaan Grammy sepanjang kariernya. Kolaborasinya bersama Kenny Rogers dalam lagu “Islands in the Stream” mengukuhkan posisinya sebagai seniman lintas genre yang sukses merajai tangga lagu pop dunia.
Di luar ranah hiburan, komitmen sosial Parton meninggalkan dampak riil bagi generasi muda secara global. Yayasan literasi yang ia dirikan berhasil membagikan lebih dari 300 juta buku secara gratis kepada anak-anak di berbagai negara.
Sebagai konteks latar belakang, Dolly Parton lahir dan dibesarkan di pedesaan Tennessee dalam keluarga berpenghasilan rendah sebelum meraih puncak popularitas musik. Ketahanan karya serta aksi kemanusiaannya menjadikan sosoknya sebagai salah satu figur paling pemersatu dan dicintai di Amerika Serikat hingga akhir hayatnya.