Suara.com - Film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih siap membawa teror supernatural ke layar bioskop Indonesia. Film yang dibintangi Wavi Zihan dan Ihsan Tarore ini dijadwalkan tayang mulai 5 November 2026.
Film ini berpusat pada Wulan, perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih, setelah mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik. Namun, rumah tersebut justru menjadi awal dari berbagai kejadian misterius.
Wulan menemukan jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto sosok bernama Sundari yang memiliki kemiripan wajah dengannya. Dari sana, berbagai gangguan supernatural mulai muncul dan perlahan membawa Wulan pada kisah kelam serta misteri masa lalu.
Dalam film ini, Wavi Zihan memerankan Wulan sekaligus menghadapi tantangan untuk menggambarkan karakter yang memiliki kemampuan merasakan hal-hal gaib.
"Untuk karakter Wulan sendiri, nggak tahu ini bisa dibilang kelebihan atau kekurangan, karena sepertinya Wulan tidak menginginkan indra keenam ini ada pada dirinya," ujar Wavi, saat inteview langsung di Kantor Suara.com, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Menurut Wavi, kemampuan tersebut justru menjadi beban bagi Wulan. Apalagi harus tetap rasional karena sang ibu sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan. Karena akhirnya ini menjadi beban ketika harus menghadapkan dengan hal-hal gaib tersebut.
Wavi Hadapi Tantangan Tiga Entitas
Salah satu tantangan terbesar Wavi dalam Rambut Sewu: Satu Langkah Getih adalah ketika karakternya harus menghadapi proses kerasukan hingga tiga entitas. Proses pendalaman karakter dilakukan melalui banyak diskusi bersama sutradara dan tim, tidak hanya itu juga harus memahami tingkatan serta bentuk kerasukan yang dibutuhkan dalam setiap adegan.
"Karena kan nanti penontonnya nggak bisa membedakan dan lain sebagainya itu selalu terjadi sampai bahkan syuting hari terakhir. Jadi capek memang, tapi kesulitannya sangat terselesaikan dengan tim yang solid," tutur Wavi.
Menurutnya, tantangan tersebut menjadi ruang belajar tersendiri karena harus menemukan perbedaan dari satu entitas ke entitas lainnya agar perubahan karakter tetap dapat dirasakan penonton.
Selain Wavi, Ihsan Tarore turut memperkuat jajaran pemain dengan memerankan karakter ustaz dan mengaku peran tersebut menjadi tantangan karena harus mampu merepresentasikan sosok ustaz secara tepat.
"Kalau aku sejujurnya tidak se-complicated. Cuma complicated buat diri aku sendiri, karena challenging. Karena maksudnya challenging di sini karena aku perannya di sini sebagai ustaz, jadi itu kayak beban juga buat aku," kata Ihsan.
Ihsan juga melakukan riset terkait karakter yang dimainkannya, termasuk mengenai doa-doa yang relevan dengan adegan ketika menghadapi seseorang yang mengalami kerasukan.
"Begitu mereka bilang ustaz, akhirnya aku cepat cari tahu doa-doa apa aja yang kira-kira relate untuk mengusir seseorang yang lagi kerasukan. Yaitu, jadi andalannya selalu Ayat Kursi, Ayat Kursi, dan Ayat Kursi," ujarnya.
Bukan Sekadar Horor
Bagi Wavi, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih tidak hanya menawarkan teror supernatural. Ia menilai proses eksekusi cerita, karakter, dan unsur drama turut menjadi bagian penting dalam film.
"Setiap film horor tuh pasti memiliki similarity, similarity cerita sebenarnya. Cuman yang berbeda adalah ya itu tadi, bagaimana proses eksekusinya, karakternya, terus kemudian jalan ceritanya," kata Wavi.
Dalam Rambut Sewu, kisah bermula dari perpindahan seorang anak dan ibunya ke sebuah tempat, hingga kemudian berbagai kejadian misterius terjadi.
Film ini turut dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Yusuf Mahardika sebagai Damar, serta sejumlah pemain lain seperti Donny Alamsyah, Sadana Agung, Bonar Manalu, Yewen, dan Ivonne Dahler. Ihsan Tarore sendiri berperan sebagai Ustaz.
Melalui film ini, Ihsan berharap penonton tidak hanya mendapatkan pengalaman horor, tetapi juga menangkap pesan mengenai pentingnya mempertimbangkan setiap keputusan sebelum mengambil sebuah langkah. ***