- Film drama Menang Untuk Kalah karya sutradara Hasto Broto tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 19 November 2026.
- Produksi film garapan Para Kreator ini menceritakan dampak krisis finansial keluarga akibat keputusan kredit yang diambil Bima.
- Proses pembuatan film melibatkan syuting selama 22 hari di Bandung Raya serta dibintangi oleh aktor Surya Saputra dan Lulu Tobing.
Suara.com - Film Menang Untuk Kalah akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026.
Film drama produksi Para Kreator ini mengangkat persoalan finansial dalam keluarga, terutama tentang keputusan-keputusan besar yang diambil kepala rumah tangga dan dampaknya terhadap anggota keluarga.
Film ini disutradarai Hasto Broto dengan skenario karya Jujur Prananto, penulis yang sebelumnya terlibat dalam film Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta?.
Sedangkan untuk para pemain, Menang Untuk Kalah dibintangi oleh Surya Saputra sebagai Bima, Lulu Tobing sebagai Dewi, Ajil Ditto sebagai Rako, Putri Ziani sebagai Reina, Yessy Gusman sebagai Eyang Lastri, dan Allesandrio Reinhard Karamoy sebagai Stefan.
Film ini juga menghadirkan Tike Priatnakusumah, Beddu, serta Tigor sebagai pemeran pendukung.
![Film Menang Untuk Kalah, Kisah Keluarga yang Terjebak Masalah Finansial Siap Tayang di Bioskop [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/18798-film-menang-untuk-kalah-kisah-keluarga-yang-terjebak-masalah-finansial-siap-tayang-di-bioskop.jpg)
Sinopsis Film Menang Untuk Kalah
Cerita berfokus pada Bima yang hidup bersama istrinya, Dewi, serta dua anak remaja mereka, Reina dan Rako. Keluarga tersebut awalnya menjalani kehidupan yang harmonis hingga mereka memutuskan membeli rumah impian menggunakan sistem kredit.
Setelah memiliki rumah baru, pengeluaran keluarga semakin besar karena mereka juga membeli berbagai perabotan.
Kondisi keuangan yang mulai menipis kemudian semakin berat ketika Bima dan Dewi mengganti mobil dengan kendaraan yang lebih mahal, meski mobil lama mereka masih layak digunakan. Rako juga mendapatkan motor baru dengan cara kredit.
Sementara itu, Bima bekerja sebagai pekerja lepas dalam sebuah proyek. Penghasilannya harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus membayar cicilan rumah, kendaraan, dan pengeluaran lainnya.
Untuk mengurangi beban bulanan, Bima akhirnya mengorbankan salah satu kewajiban yang sebenarnya dibutuhkan keluarganya. Keputusan tersebut kemudian membawa keluarga mereka menghadapi masalah yang tidak terduga.
Ketika membutuhkan biaya besar untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Bima sebenarnya memiliki pilihan untuk mengalihkan kredit mobil dan motor. Namun, ia justru mengambil keputusan ekstrem tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan Dewi.
Keputusan itu memang memberikan solusi sementara, tetapi kemudian memunculkan persoalan baru. Masalah datang bertubi-tubi dan Bima semakin kesulitan mencari jalan keluar.
Setiap keputusan yang diambil justru membawa konsekuensi lain bagi dirinya maupun keluarganya.
Selain cerita tentang keluarga dan persoalan finansial, film ini juga didukung musik yang menjadi bagian penting dalam cerita.
Menang Untuk Kalah menghadirkan 16 lagu yang dibuat khusus untuk film, di antaranya “Menang Untuk Kalah”, “Judi”, “Kalah Telak”, “Lelah Hati”, “Dewi”, “Tersisa Sesal”, “Hancur Lebur”, “Baik-baik Tanpaku”, hingga “Sang Pemenang”.
Proses produksi film ini berlangsung sekitar 10 bulan sejak pengembangan cerita hingga final editing. Sementara proses syuting dilakukan selama 22 hari di sejumlah lokasi di kawasan Bandung Raya.
Jadi, jangan lupa nonton film ini di bioskop pada 19 November mendatang yah.