-
Pangeran Harry menyiapkan proyek dokumenter khusus untuk memperingati 30 tahun wafatnya Putri Diana.
-
Harry mengajak keluarga dekat termasuk pamannya, Charles Spencer, untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
-
Charles Spencer sempat enggan terlibat tayangan dokumenter karena khawatir akan narasi yang tidak akurat.
Suara.com - Pangeran Harry menggagas proyek film dokumenter terbaru untuk mengenang 3 dekade kepergian ibunya, Putri Diana. Langkah ini menjadi bentuk penghormatan personal Duke of Sussex menjelang peringatan 30 tahun wafatnya sang Putri Wales pada 31 Agustus mendatang.
Inisiatif Harry menandai babak baru upaya menjaga warisan narasi sang ibu secara langsung dari sudut pandang keluarga dekat. Penayangan tayangan ini digadang-gadang akan menyajikan perspektif yang lebih intim ketimbang publikasi media komersial sebelumnya.
Harry sudah merangkul lingkaran terdalam mendiang ibunya untuk mendukung pembuatan tayangan tersebut. Sejumlah kerabat dekat hingga paman kandungnya, Charles Spencer, masuk dalam daftar figur yang diajak terlibat dalam produksi.

Namun, keterlibatan paman Harry dalam tayangan ini berpotensi menemui jalan terjal. Charles Spencer sempat mengutarakan keengganannya ikut campur dalam tayangan-tayangan dokumenter sejenis lewat bukunya, Swan Song: Diana, My Sister.
Charles secara terbuka mengkhawatirkan proyek-proyek audiovisual mengenai saudarinya cenderung menyajikan jalan cerita yang keliru. Sikap skeptis sang paman memunculkan tantangan tersendiri bagi Harry dalam merangkul keluarga besar Spencer.
Pihak internal menyebutkan bahwa Harry telah menyusun beberapa opsi konsep persembahan untuk mengenang kepergian ibunya. Meski begitu, seluruh rencana yang dirancang sejauh ini masih berada dalam tahap pertimbangan dan belum menemui kata sepakat.
Rangkaian opsi tersebut disiapkan agar rangkaian peringatan momen bersejarah sang ibu dapat berlangsung sepanjang tahun. Keputusan final baru akan diambil setelah Harry memastikan formula terbaik untuk menghormati memori sang ibu.
Langkah Harry ini juga berlangsung di tengah dinamika ketegangan hubungan antara keluarga Spencer dan pihak Istana Buckingham. Charles Spencer sebelumnya memprotes keras reaksi kerajaan terhadap buku memoar yang ditulisnya tentang Diana.
Dalam perselisihan tersebut, Charles Spencer menuding Raja Charles III melakukan tindakan manipulasi psikologis. Ia merasa pihak istana sengaja berupaya membuat publik meragukan kesadaran serta kaji kritisnya.
Tragedi tewasnya Putri Diana pada tahun 1997 silam di Paris terus menjadi sorotan publik dunia selama bertahun-tahun. Kepergian sosok yang dicintai masyarakat dunia itu meninggalkan luka mendalam bagi Harry yang kala itu masih berusia remaja.
Memasuki tiga dekade pasca-kejadian, Harry bertekad mengambil kendali atas penulisan sejarah hidup ibunya dari kepungan spekulasi luar. Upaya merangkul keluarga Spencer menjadi bagian penting dari misi Harry menjaga autentisitas kenangan sang mother of princes.