- Pemerintah meluncurkan program rekening gratis bersaldo Rp 50.000 pada tahun 2026 yang menyasar 25 juta masyarakat usia di atas 17 tahun dari kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun disiapkan dengan menggandeng Bank Rakyat Indonesia serta Bank Syariah Indonesia sebagai bank penyalur.
- Pelaksanaan program satu orang satu rekening tersebut bertujuan meningkatkan angka inklusivitas keuangan Indonesia dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan program rekening massal gratis untuk masyarakat dengan saldo awal Rp 50.000 akan berlangsung tahun ini.
“Tetap di 2026 (pembukaan rekening baru),” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (5/11/2026).
Menko Perekonomian mengatakan saat ini Pemerintah masih melakukan finalisasi terkait dengan program satu orang satu rekening. Nantinya masyarakat yang kebagian rekening gratis itu adalah mereka yang tergabung dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
“Kita akan, masih difinalkan terkait dengan desil 1-4,” ucapnya.
Sebelumnya Airlangga Hartarto mengungkapkan kalau Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening.
Menko Perekonomian menyebut program rekening gratis akan menyasar 25 juta orang yang berusia di atas 17 tahun dalam kelompok desil 1-4. Airlangga menyebut kalau program ini juga membuat inklusivitas keuangan Indonesia mendekati 99 persen dari yang awalnya 93 persen.
"Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan program satu orang satu rekening dan dengan program satu orang satu rekening ini inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 menjadi 99 persen," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dikutip Minggu (25/10/2026).
Menko Airlangga memaparkan kalau 25 juta penerima rekening massal ini berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Nantinya Pemerintah akan menyiapkan saldo awal Rp 50.000 untuk setiap rekening. Airlangga menyebut Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) akan menjadi mitra bank penyalur program tersebut.
"Nah ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," jelasnya.