- Influencer Awkarin dan food vlogger Aa Juju terlibat konflik terbuka di media sosial akibat pesan singkat terkait isu kebakaran hutan.
- Konflik memanas setelah Aa Juju diduga melontarkan hinaan personal yang membuat Awkarin berencana menempuh jalur hukum.
- Aa Juju telah memberikan klarifikasi, sementara publik terbagi dalam menilai perselisihan etika komunikasi tersebut.
Suara.com - Influencer Karin Novilda atau yang akrab disapa Awkarin terlibat aksi saling sindir dengan food vlogger Aa Juju, pemilik akun kuliner @makanlurrrr.
Bukan soal makanan, konflik ini justru dipicu oleh pesan singkat (DM) terkait isu lingkungan yang berujung pada tuduhan personal dan ancaman laporan polisi.
Bagaimana kronologinya? Simak rangkuman selengkapnya.
Niat Mengingatkan, Tapi Dianggap "Sok Akrab"
Semua bermula ketika Aa Juju mengirimkan pesan panjang ke Instagram Awkarin.
Dalam DM tersebut, Aa Juju meminta Awkarin untuk menggunakan pengaruh besarnya guna menyuarakan isu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan yang tengah memprihatinkan.
Namun, yang menjadi masalah adalah gaya penyampaiannya. Aa Juju menyisipkan kritik tajam, menyebut Awkarin kini tak lagi vokal seperti masa kampanye mendukung pasangan capre-cawapres 02 dulu.
Ia bahkan melontarkan janji akan berlangganan konten eksklusif Awkarin jika sang selebgram mau mengangkat isu tersebut.
Awkarin Merasa Dipojokkan
Tak butuh waktu lama bagi Awkarin untuk bereaksi. Merasa tidak nyaman, Awkarin mengunggah tangkapan layar DM tersebut ke Instagram Story-nya.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan Aa Juju tidak saling kenal secara personal, sehingga gaya komunikasi Aa Juju dianggap tidak sopan dan "sok akrab".
"Aku tetap bantu isu sosial tanpa harus selalu diumbar secara publik sesuai tuntutan orang lain," ucap Awkarin.
Ia merasa dipojokkan seolah-olah dirinya tidak peduli lagi dengan isu sosial di Indonesia.
Puncak Konflik: Sebutan "Ani-Ani Tua" dan Isu Personal
Suasana semakin keruh saat beredar tulisan yang diduga dibuat oleh Aa Juju yang menyerang ranah personal Awkarin.
Tak tanggung-tanggung, dalam tulisan tersebut muncul sebutan yang sangat kasar seperti "ani-ani tua", "tone deaf", hingga tuduhan "stuck SMA".
Bahkan, terdapat sindiran yang menyebut Awkarin sebagai "perempuan kampung yang sedang pansos di Jakarta". Serangan personal ini menjadi pemantik kemarahan besar bagi Awkarin.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Merasa nama baiknya dicemarkan dan dihina secara kasar, Awkarin tidak tinggal diam. Melalui unggahannya, ia menyatakan rencana untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.
Karin menilai ucapan tersebut sudah melampaui batas kritik dan masuk ke ranah penghinaan martabat.
Klarifikasi Aa Juju dan Reaksi Netizen
Menyadari kegaduhan yang terjadi, Aa Juju segera memberikan klarifikasi.
Ia mengaku mengirimkan DM tersebut murni karena rasa sedih melihat musibah karhutla dan berharap figur publik sebesar Awkarin bisa membantu. Namun, nasi sudah menjadi bubur.
Netizen pun terbelah menjadi dua kubu. Sebagian mengkritik cara komunikasi Aa Juju yang dinilai kurang etis dan terlalu mencampuri urusan orang lain.
Namun, sebagian lainnya menyayangkan mengapa isu lingkungan yang penting ini justru tenggelam oleh perselisihan pribadi yang begitu tajam.
Hingga saat ini, publik masih menunggu apakah ancaman jalur hukum dari Awkarin akan benar-benar berlanjut atau berakhir dengan mediasi.
Satu yang pasti, konflik ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya etika berkomunikasi di media sosial, sekalipun tujuannya adalah untuk kebaikan.