Fresh.suara.com - Tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR mengungkapkan kronologi detik-detik penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.
Kuasa hukum Ricky, Erman Umar menyebut saat itu Brigadir J, Kuat Maruf, Bripka RR dan Susi setelah dari rumah Saguling, kemudian diajak oleh Putri Candrawathi ke rumah dinas di Duren Tiga.
Saat itu, Bripka RR yang menyetir mobil lalu Brigadir Joshua duduk di depan. Setelah semuanya sudah turun dari mobil, kecuali Brigadir Joshua dan RR. Kemudian Kuat memberitahu keduanya kalau mereka dipanggil Ferdy Sambo.
Mengetahui hal tersebut, Bripka RR dan Brigadir Joshua langsung naik ke lantai atas beriringan juga dengan Kuat Ma’ruf.
Erman mengatakan, kebiasaan di rumah Duren Tiga itu semuanya harus lepas sepatu atau sandal. Kebetulan saat itu Joshua dan Kuat memakai sandal, sedangkan RR memakai sepatu.
“Kebiasaan di rumah Duren Tiga itu, semua sol sepatu, sendal itu dibuka. Kebetulan Joshua dengan Kuat sejak di Magelang pakai sendal, sementara Ricky pakai sepatu. Jadi ada masa waktunya mau masuk, si Ricky lepas sepatu,” kata Erman Usman, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (13/9/22).
Setelah Ricky masuk di ruang tengah, sudah mendapati Bharada E dalam posisi ingin menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.
“Pada saat kejadian itu, sudah masuk di ruang tengah, posisi sudah siap tembak saudara Richard, ‘tembak-tembak’ itu kata Sambo yang dia (RR) dengar,” ucap Erman.
Pada saat itu Bripka RR merasa syok dan tidak menyangka dengan kejadian penembakan tersebut. Erman mengatakan, Ricky pernah diminta juga untuk menembak Brigadir J namun ia tolak.
Baca Juga: Video Raffi Ahmad Jalan di Catwalk New York Fashion Week
“Walaupun RR pernah diminta tapi kan dia menolak di Saguling. Walaupun dia minta panggilin Richard, paling tidak ada klarifikasi dulu, itu yang dipikirkan dia gitu. Dia (RR) tidak nyangka sampai di rumah dinas itu dilakukan,” kata Erman.
Setelah itu, Erman menceritakan detik-detik Ricky Rizal melihat kejadian Ferdy Sambo menembak-nembak dinding. Namun menurut Erman, kliennya tersebut tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir j.
“Setelah beberapa tembakan itu, ada HP (telepon) masuk, mungkin karena bunyi tembakan ada ajudan-ajudan di luar, nanya kepada RR ‘ada apa’, kemudian ada jeda lagi dia berbalik arah mundur untuk menyampaikan jika ada kejadian penembakan, tapi ternyata dia gak melihat, si RR nya mungkin lagi dihalaman jauh atau di tetangga posisi di taman tidak tahu persis kemudian dia berbalik lagi,” ujarnya.
“Setelah dia berbalik lagi, dia melihat pak Sambo menembak-nembak dinding, menembak ke arah TV, ke arah tangga. Tapi dia tidak melihat pak Sambo menembak Joshua,” jelas Erman.