Fresh.suara.com - Pengakuan Bharada Richard Eliezer di awal pascaperistiwa kematian Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J mengemuka. Pengakuan Bharada E saat masih mengikuti skenario palsu Ferdy Sambo dibongkar oleh wartawan Tempo Moses Silalahi.
Hal tersebut disampaikan Moses saat berbincang di podcast Youtube Uya Kuya TV baru-baru ini. Moses menceritakan bagaimana pengakuan Bharada E saat terlibat tembak-menembak - yang belakangan terbukti palsu - dengan Brigadir J.
“Cerita di awal itu, itu lebih horor lagi mas, aneh lagi tuh, cerita pengakuan Richard, pertama kali, jadi waktu tembak menembak itu, si Yoshua itu kena tembak satu kali, nah udah kena tembak satu kali, orangnya berjalan maju, wah makannya itu kita bilang ‘hebat banget ini Yoshua, ngeri banget’,” tutur Moses dikutip dari YouTube Uya Kuya TV, Sabtu (17/9/2022).
Menurut Moses, apa yang diceritakan Bharada E sulit diterima nalar, lantaran tidak logis.
“Kita aja (jika) kena silet pisau aja langsung mundur kan, ini setelah tembakan pertama masih bergerak satu langkah dua langkah, ketembak lagi, bergerak lagi, sampai kemudian, tembakan kelima, nah ini kan semakin aneh ceritanya, kita kroscek sana sini sana sini, sampai kemarin target kami itu mendapatkan foto ya, bagaimana Yoshua terkapar di rumah kompleks Duren Tiga,” lanjut Moses.
Pasalnya, Moses mengingatkan kembali bahwa saat kasus ini berkembang beberapa waktu lalu, ada spekulasi-spekulasi soal lokasi eksekusi Yoshua. Ada sempat muncul dugaan Yoshua dieksekusi di Magelang, di tol Cipali, hingga di Cawang. Namun, belakangan dipastikan bahwa Brigadir J ditembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga.